, Singapore
126 views

Toko 2 dollar Singapura, Miniso, ingin menarik segmen orang tua

Miniso ingin memberikan kualitas terbaik dengan harga murah

Miniso sudah dikenal karena menjual produk-produk murah namun modis, tetapi mereka mengambil langkah lebih jauh dengan toko konsep S $ 2 mereka di Singapura. Dan mata mereka telah tertuju pada pelanggan yang lebih tua dan sadar biaya untuk mencari barang-barang berkualitas namun terjangkau di tengah-tengah tingginya biaya hidup di Singapura.

Pertama kali diluncurkan di HarbourFront Centre dan IMM pada Oktober 2019, toko ini menawarkan berbagai pilihan mulai dari barang-barang rumah tangga hingga perangkat elektronik. Misalnya, ketika sepasang headphone akan menelan biaya sekitar $ 17,85 (S $ 25), toko ini akan menjualnya seharga S $ 2, seperti yang dijanjikan.

Toko konsep S $ 2 pada awalnya merupakan uji coba yang bertujuan untuk menarik konsumen yang lebih tua dan sensitif terhadap harga dengan pemilihan ulang barang berdasarkan harga, kata seorang juru bicara Miniso kepada Retail Asia. Perusahaan juga mencatat bahwa meskipun ekonomi Singapura dianggap sangat maju, biaya hidup juga sangat tinggi, yang akan mendorong permintaan yang kuat dari konsumen lokal untuk barang-barang konsumen yang berkualitas tinggi karena terjangkau.

Secara khusus, banyak konsumen masih mengambil pendekatan wait and see pada penawaran kolaborasi Miniso, seperti toko berlisensi resmi Marvel x Miniso, kata juru bicara itu.

"Kami mulai dengan outlet MINISO (toko konsep S $ 2) sebagai jembatan antara harga yang lebih rendah dan produk berkualitas baik yang dapat mengurangi beban psikologis konsumsi dari konsumen dan membangun kepercayaan dan kepercayaan diri mereka untuk MINISO," kata Miniso kepada Retail Asia dalam sebuah korespondensi eksklusif.

Sejak 2015, Miniso telah meluncurkan 31 toko di Singapura. Ini mengadopsi model ganda untuk bisnisnya di kota. Selain toko S $ 2, toko ini juga mengelola toko resmi Marvel x Miniso, yang bertujuan untuk menarik perhatian kaum muda yang trendi dengan barang dagangan bertema Marvel seperti gelas, lampu, gantungan kunci, dan mainan mewah. Dengan pengaturan ini, Miniso bertujuan untuk mencakup berbagai konsumen sebanyak mungkin.

Perusahaan berencana untuk memperluas kategori toko S $ 2 nya untuk lebih lanjut memenuhi permintaan kehidupan sehari-hari konsumen mereka, dan membawa lebih banyak desainer dan produk IP. Mereka juga mencari untuk mengoptimalkan operasi mereka untuk akhirnya membentuk model bisnis yang unik untuk outlet ini. Selanjutnya, mereka secara bertahap menyiapkan zona S $ 2 di semua toko.

"Kami berharap dapat menggunakan ini sebagai" laboratorium "pasar untuk terus mengoptimalkan model operasi, produk, dan layanan MINISO di pasar Singapura," kata mereka.

DFI Retail perbarui toko Guardian dan IKEA untuk pengalaman belanja lebih cerdas

Bisnis tidak lagi sekadar transaksi, tetapi semakin bersifat advisori.

Beyond The Vines memanfaatkan wawasan daring untuk menyasar pertumbuhan di luar negeri

Brand ini melihat respons online sebelum membuka toko fisik.

Watsons luncurkan layanan eConsultation apotek pertama di Singapura

Targetnya profesional sibuk dan orang yang menginginkan privasi.

Mal di Indonesia prioritaskan pembaruan dibanding ekspansi

Perubahan ini mencerminkan fokus Thailand pada leisure dan Jepang pada efisiensi.

Oh!Some mengandalkan retail berbasis pengalaman untuk menarik konsumen

Layout toko interaktif, kolaborasi, dan event langsung bertujuan mendorong kunjungan ulang.

Departemen store di Singapura mengecil, tambahkan konsep kuliner dan wellness

Media sosial dan e-commerce menaikkan ekspektasi konsumen.

Tumi perluas gerai flagship di Greater China

Tumi berencana membuka putaran baru gerai flagship di Beijing, Chengdu, dan Shenzhen.

Perjalanan ke Shenzhen dorong pembelian produk perawatan rumah tangga oleh warga Hong Kong

Tiga dari empat warga Hong Kong mengunjungi provinsi Tiongkok ini pada bulan April.

Matahari buka toko ZES pertama di Jakarta

Merek ini ingin menciptakan ekosistem gaya hidup yang lebih luas.