, Singapore
1814 views
Shutterstock photo

Departemen store di Singapura mengecil, tambahkan konsep kuliner dan wellness

Media sosial dan e-commerce menaikkan ekspektasi konsumen.

Departemen store di Singapura mengecil dari sisi ukuran, namun memperluas penawaran mereka dengan memasukkan kuliner, wellness, dan retail pengalaman, seiring percepatan belanja daring dan turunnya jumlah pengunjung.

“Departemen store seperti Robinsons, BHG, Isetan, dan Metro telah mengecilkan ukurannya,” kata Sulian Tan-Wijaya, direktur eksekutif retail dan lifestyle di Savills Singapore Pte Ltd., kepada Singapore Business Review. “Ada pergeseran bertahap dari format departemen store multi-merek tradisional ke konsep lifestyle yang lebih dikurasi untuk menyesuaikan perubahan preferensi konsumen.”

Di Tang Plaza, lantai basement TANGS telah diubah menjadi Hawkers’ Street yang menampilkan makanan warisan, termasuk stan yang diakui Michelin.

Anchor specialty seperti Don Quijote Co. Ltd. kini menggabungkan belanja dengan kuliner, sementara FairPrice Finest milik NTUC di Clarke Quay telah mengubah supermarketnya menjadi Grocer Food Hall, di mana konsumen bisa memilih daging atau seafood segar dan langsung dimasak di tempat.

Fashion juga bergerak menuju lifestyle. The Editor’s Market di Takashimaya mengadopsi konsep kafe yang terinspirasi budaya kopi Korea, menarik konsumen muda.

Tan-Wijaya mengatakan perubahan ini mencerminkan tekanan yang terus berlangsung pada sektor ini. Biaya operasional tinggi, kenaikan sewa, dan kompetisi dari e-commerce mendorong pemain tradisional untuk beradaptasi.

“Model berbasis inventori sangat kurang lincah dibanding fast fashion atau merek D2C (direct-to-consumer), dan kompetisi ketat dari e-commerce, social commerce, serta retailer specialty menggerus peran mereka sebagai destinasi serba ada,” katanya dalam email menjawab pertanyaan.

Ashutosh Awasthi, direktur Kadence International, mengatakan tantangan nyata sektor ini adalah inovasi. “Tantangan sebenarnya bukan soal biaya meningkat. Ini adalah implikasi atau hasil dari kecepatan inovasi,” katanya.

Platform daring, kata Awasthi, menggunakan rekomendasi berbasis AI, virtual try-on, dan pengalaman personalisasi, sementara toko fisik tertinggal. Konsumen kini mengharapkan layanan yang interaktif dan imersif.

“Pengunjung sekarang mengharapkan layanan yang personal, apakah itu konsultasi gaya atau demonstrasi langsung, tetapi pengalaman harus lebih interaktif, imersif, dan nyaman,” kata Awasthi melalui email. Ia menambahkan bahwa media sosial dan kemudahan e-commerce telah menaikkan ekspektasi konsumen.

Departemen store di Singapura bereksperimen dengan pop-up, workshop, brand artisanal, display interaktif, dan smart fitting room.

“Saya menemukan beberapa toko di Singapura yang menawarkan display interaktif di seluruh toko—Anda cukup memindai produk dan akan mendapat informasi lebih lanjut melalui smartphone,” kata Awasthi.

Pesaing regional memberi inspirasi. Isetan Mitsukoshi Holdings Ltd. di Jepang telah mengintegrasikan luxury food hall dan event budaya, sementara Hyundai Department Store Co. Ltd. dan Lotte Corp. di Korea menampilkan galeri seni dan taman rooftop.

Tan-Wijaya mengatakan retailer Singapura sebaiknya meniru, dengan showcase merek bergilir, pameran, penampilan selebriti, dan bagian yang fokus pada keberlanjutan, menjual pakaian desainer pre-loved.

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Merek kecantikan rombak strategi penjualan seiring TikTok dan Douyin kuasai belanja livestream

Douyin melampaui Tmall sebagai platform e-commerce kecantikan terbesar di China pada 2025.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Peritel Asia ubah sistem POS jadi alat pemasaran real-time

Pembayaran QR dan dompet digital mendorong sistem kasir berkembang melampaui fungsi transaksi.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Menu lebih ramping dipandang jadi kunci usai 2.431 gerai F&B tutup

Penutupan usaha mencapai level tertinggi dalam hampir 20 tahun setelah gelombang likuidasi bisnis.