, APAC
825 views
Shutterstock photo

Mengapa e-commerce perlu beralih ke prioritas yang customer-centric

Pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik dan digital sangatlah penting.

Secara tradisional, produk telah menjadi fokus utama dalam strategi pertumbuhan e-commerce yang efektif. Namun, di pasar saat ini, mengintegrasikan pendekatan yang berorientasi pada shopper di seluruh saluran menjadi faktor krusial untuk mencapai kesuksesan.

Ankit Sharma, vice president Retail Solutions - Digital Transformation, Analytics, and Data Science di eClerx, menekankan pentingnya pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik maupun digital.

“Hal yang paling penting adalah memulai dengan shopper sebagai pusatnya,” ujarnya dalam Retail Asia Forum yang baru-baru ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Mereka tidak lagi sekadar membeli produk secara online, tetapi mereka membeli keseluruhan pengalaman mulai dari menjelajah, menemukan produk, hingga proses pengiriman secara offline,” tambahnya. “Apa yang mereka beli secara online bukan hanya produk, melainkan keseluruhan pengalaman yang diberikan kepada mereka.”

Operasional yang unggul dan data analytic

Strategi Sharma menekankan pentingnya keunggulan operasional, dengan menyoroti perlunya mendukung rencana strategis melalui kerangka operasional yang kuat serta sistem informasi yang andal.

“Anda tidak akan mendapatkan shopper jika strategi atau pengalaman tidak didukung oleh operasi yang kokoh atau informasi yang akurat,” tegasnya.

Selain itu, Sharma menyoroti peran data analytic dalam menyempurnakan dan meningkatkan pengalaman shopper seiring waktu. “Anda harus terus mengukur, menguji, belajar, dan maju,” katanya.

“Seluruh lapisan analisis data dan pengujian harus masuk ke dalam data agar dapat terus meningkat seiring waktu,” tambahnya.

Segmentasi pasar

Sharma juga mengatakan kepada peserta forum, personalisasi strategi untuk berbagai segmen pasar sangatlah penting, mengingat perilaku shopper terbukti sangat bervariasi di setiap pasar, terutama bagi brand global.

“Jadi, ekspektasi terhadap pendekatan ‘one-size-fit-all’ berubah, dan yang ingin kami lakukan adalah menyesuaikan strategi tersebut agar lebih relevan dengan pasar tertentu,” tegasnya.

Sharma kemudian menyoroti peran perusahaannya dalam menyediakan layanan teknologi dan konsultasi untuk mendukung strategi e-commerce yang efektif.

“Mulailah dengan pengalaman—desain pengalaman yang proaktif. Kedua, pemetaan perjalanan pelanggan; petakan perjalanan shopper dan coba pahami emosi yang mereka rasakan di berbagai tahap perjalanan tersebut,” jelasnya.

“Ketika kita menggabungkan semua elemen ini, jika ini menarik atau jika ingin mendiskusikannya lebih lanjut, kami memiliki book outside,” katanya.
 

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Merek kecantikan rombak strategi penjualan seiring TikTok dan Douyin kuasai belanja livestream

Douyin melampaui Tmall sebagai platform e-commerce kecantikan terbesar di China pada 2025.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Peritel Asia ubah sistem POS jadi alat pemasaran real-time

Pembayaran QR dan dompet digital mendorong sistem kasir berkembang melampaui fungsi transaksi.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Menu lebih ramping dipandang jadi kunci usai 2.431 gerai F&B tutup

Penutupan usaha mencapai level tertinggi dalam hampir 20 tahun setelah gelombang likuidasi bisnis.