, Australia
3212 views
Scott Hamilton, chief development officer at Nando's. / Photo provided

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Nando's Australia Pty. Ltd. mengandalkan desain gerai yang khas untuk mengamankan lokasi drive-thru yang semakin terbatas, seiring persaingan mendapatkan lokasi strategis di sektor restoran cepat saji (*quick-service restaurant*/QSR) yang kian ketat.

Scott Hamilton, chief development officer di jaringan restoran yang dikenal dengan menu ayam peri-peri ini, mengatakan pernah ada masa ketika pemilik lahan hanya memilih dari empat atau lima merek. "Kini mereka memiliki 14 hingga 15 merek untuk dipilih," katanya kepada *QSR Media*.

Menurut Hamilton, pemilik lahan kini semakin mempertimbangkan kualitas desain gerai sebagai salah satu faktor utama dalam memilih penyewa. Nando's pun memosisikan restorannya sebagai daya tarik utama di kawasan ritel.

"Kami melihat banyak pemilik lahan memandang konsep kami sebagai cara yang efektif untuk menjadi daya tarik sebuah kawasan, sesuatu yang langsung mencuri perhatian," katanya melalui telekonferensi.

Gerai Nando's menampilkan interior bergaya Afrika, perabotan buatan tangan, karya seni orisinal, serta musik Afro-Luso yang dikurasi khusus.

Hamilton mengatakan pendekatan desain tersebut kerap melampaui standar *fit-out* yang diminta pemilik lahan dan menjadi nilai tambah saat perusahaan bersaing mendapatkan lokasi baru.

Ia menambahkan, meningkatnya persaingan mendapatkan lokasi drive-thru juga mengubah dinamika pasar. Pemilik lahan kini memiliki keleluasaan lebih besar dalam menyusun komposisi penyewa serta mengembangkan kawasan kuliner yang lebih beragam, tidak lagi hanya didominasi jaringan restoran cepat saji.

Menurut Hamilton, ekspansi merek-merek *casual dining* justru memperluas potensi pasar, bukan sekadar memperketat persaingan untuk memperebutkan pelanggan yang sama.

Selain lokasi drive-thru dan pusat perbelanjaan, Nando's juga membidik kawasan pusat bisnis (*central business district*/CBD) untuk menangkap permintaan pada jam makan siang maupun makan malam.

Perusahaan juga mulai menjajaki kawasan hiburan dan rekreasi, seiring meningkatnya permintaan terhadap pengalaman bersantap yang lebih premium, terutama pada akhir pekan.

Brand sportswear andalkan rantai pasok demi jaga margin

Aktivitas outdoor dan olahraga wanita diperkirakan menopang permintaan di kawasan ini.

Menangkan Gen Alpha butuh lebih dari sekadar AI

Orang tua tetap menjadi penjaga gerbang pengeluaran dan data pribadi anak.

IKEA Indonesia perdalam kemitraan pemasok lokal

Retailer ini bekerja sama dengan 18 pemasok Indonesia di tiga kategori produk.

Marks & Spencer targetkan comeback lebih besar di Filipina

Ekspansi ini akan ditopang oleh toko berukuran lebih besar dan ritel omnichannel.

Pabrik bersama dorong pertumbuhan K-beauty

Merek-merek global kesulitan menyamai kecepatan pengembangan industri ini.

Levi's manfaatkan Asia untuk matangkan strategi lifestyle premium

Tren konsumen yang bergerak cepat turut membentuk strategi global merek ini.

Huawei andalkan uji kamera langsung di toko

Perbandingan langsung menggantikan spesifikasi teknis dalam strategi penjualan.

Livestream berevolusi dari sekadar gimmick pemasaran jadi kanal penjualan

Video berdurasi pendek jadi medium utama untuk penemuan produk (product discovery).

Domino's Singapura sasar pesanan dadakan lewat penyegaran merek

Jaringan pizza ini meluncurkan varian Thick Crunch untuk mendorong pesanan di luar momen pesta.

Peritel optik Singapura andalkan layanan eye care untuk dorong repeat order

Keahlian profesional jadi daya tarik yang makin penting seiring meningkatnya persaingan harga.