Watsons luncurkan layanan eConsultation apotek pertama di Singapura
Targetnya profesional sibuk dan orang yang menginginkan privasi.
Watsons telah meluncurkan layanan eConsultation pertama di Singapura yang dijalankan oleh apoteker ritel, menandai pergeseran jaringan kesehatan dan kecantikan ini ke arah layanan kesehatan digital dan menunjukkan ambisi yang lebih luas di luar jejak toko fisik.
Layanan ini memungkinkan pelanggan berbicara langsung dengan apoteker di Watsons, yang dioperasikan oleh AS Watson Group, melalui konsultasi virtual untuk penyakit ringan dan panduan produk.
Inisiatif ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen terhadap akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan praktis, kata Mariam Alkhatib, operations and pharmacy practice controller di Watsons, kepada Retail Asia.
“Pelanggan saat ini menginginkan kecepatan, kejelasan, dan panduan yang terpercaya,” katanya melalui email menjawab pertanyaan. “Banyak yang menghadapi penyakit ringan yang bisa diatasi dengan solusi over-the-counter tetapi tetap membutuhkan kepastian dari profesional yang berkualifikasi.”
Fitur ini menargetkan berbagai pengguna, seperti profesional sibuk yang sulit mengunjungi klinik, pengasuh yang membutuhkan saran cepat untuk anak-anak atau anggota keluarga lansia, dan orang yang lebih memilih diskusi privat mengenai gejala yang mereka rasa canggung jika dibicarakan langsung.
Alkhatib mengatakan meningkatnya penerimaan layanan jarak jauh dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa konsumen siap dengan format digital yang mengurangi waktu perjalanan dan mempermudah pengambilan keputusan.
Peluncuran ini terjadi seiring berkembangnya pasar farmasi di Singapura. Sektor ini bernilai $7,4 miliar tahun lalu dan diproyeksikan mencapai $12,19 miliar pada 2033, menurut IMARC Group. Perusahaan riset ini menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh tenaga kerja terampil, meningkatnya permintaan kesehatan, adopsi teknologi, dan kemitraan industri yang lebih dalam.
Melalui platform Watsons, pelanggan bisa mendapatkan saran tentang gejala pilek, reaksi kulit, suplemen, dan masalah pencernaan ringan. Setelah konsultasi, pengguna dapat membeli produk yang direkomendasikan secara daring untuk dikirim ke rumah atau diambil di toko. Sistem ini juga mengarahkan pelanggan ke layanan di toko, seperti vaksinasi flu, bila diperlukan.
Platform eConsultation sepenuhnya terintegrasi dengan jaringan ritel dan logistik Watsons. Alkhatib mengatakan layanan digital ini dimaksudkan sebagai pelengkap, bukan pengganti, apoteker di toko, yang tetap tersedia untuk panduan tatap muka.
Penggunaan awal menunjukkan keterlibatan yang kuat, khususnya pada pertanyaan terkait obat, katanya, meskipun masih terlalu dini untuk memberikan proyeksi. Untuk mempersiapkan peluncuran, Watsons melakukan pengujian iteratif dan uji coba pelanggan untuk menangani masalah privasi, kepatuhan, dan alur kerja bagi apoteker.
Inisiatif ini menjadi bagian dari rencana multi-tahun yang lebih luas untuk membangun ekosistem kesehatan dan wellness terhubung, menggabungkan saran profesional, produk terkurasi, dan dukungan personalisasi di saluran online dan offline. Watsons menargetkan ekspansi layanan ini untuk mencakup manajemen kondisi kronis, program berhenti merokok, dan dukungan terkait resep obat.
Model eConsultation ini sudah digunakan di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.
“Seperti halnya layanan kesehatan lainnya, ekspansi lebih lanjut akan selalu dipandu oleh regulasi, kebutuhan konsumen, dan ekspektasi terkait peran apoteker di setiap pasar,” kata Alkhatib.