, Southeast Asia
2773 views

Oh!Some mengandalkan retail berbasis pengalaman untuk menarik konsumen

Layout toko interaktif, kolaborasi, dan event langsung bertujuan mendorong kunjungan ulang.

Brand lifestyle global Oh!Some menaruh taruhan pada toko imersif berbasis pengalaman untuk menjangkau konsumen muda kelas menengah di kawasan yang menghargai kebaruan dan berbagi sosial.

Strategi retail brand ini memadukan layout toko interaktif, kerja sama hak kekayaan intelektual (IP), dan event langsung untuk memperdalam keterlibatan dan mendorong kunjungan ulang, kata Chief Marketing Officer Jonathan Qiao dari perusahaan induk Blue Origin Group kepada Retail Asia.

“Keputusan ini adalah hasil evolusi permintaan pasar,” katanya via Zoom. “Banyak brand retail lain juga sedang mengeksplorasi jalur serupa.”

Oh!Some mengoperasikan lebih dari 150 toko di tujuh pasar—Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Vietnam, dan Kamboja—dengan Indonesia menyumbang lebih dari 130. Pertumbuhan paling kuat terjadi di Vietnam dan Malaysia, kata Qiao.

Layout bertema dirancang untuk memengaruhi perilaku konsumen dan meningkatkan waktu tinggal di toko. “Dampak kami pada perilaku konsumen datang dari keseluruhan layout dan fitur toko.”

Kolaborasi IP Oh!Some dengan Disney serta berbagai franchise Jepang, Korea, dan lokal menjadi pilar penting lainnya, mengintegrasikan karakter dan visual populer di setiap titik interaksi toko.

Event seperti workshop DIY (do-it-yourself), peluncuran produk, dan aktivitas bertema festival melengkapi desain, sementara festival lokal menjadi panduan untuk aktivasi di toko maupun daring.

“Aktivitas terkait dengan hari libur lokal, dan kegiatan keanggotaan berkelanjutan menempatkan banyak IP dan barang baik online maupun offline,” kata Qiao.

Oh!Some menggunakan sistem keanggotaan untuk mengumpulkan masukan dan menyesuaikan produk serta layout. “Ini memungkinkan kami mengumpulkan feedback dan insight dari pelanggan dengan cepat. Kami bisa mengetahui apa yang mereka inginkan,” tambahnya.

Meskipun fokus tetap pada lokasi fisik, e-commerce berkembang pesat. Oh!Some menjual di Shopee, Lazada, dan TikTok Live, dengan sesi livestream delapan jam per kategori produk. Produk diluncurkan secara bersamaan online dan di toko.

Brand ini juga membangun ekosistem e-commerce sendiri, meluncurkan website dan aplikasi mobile independen, serta bekerja sama dengan perusahaan logistik dan keuangan lokal untuk transaksi aman.

“Selama 12 bulan ke depan, seiring sistem online kami terus membaik, kami berharap lebih banyak konsumen berbelanja online,” kata Qiao. “Namun, penjualan offline akan tetap menjadi saluran utama, karena banyak konsumen menghargai pengalaman di toko lebih dari sekadar membeli produk.”

Ia mengatakan Oh!Some terus melihat pertumbuhan kuat di Singapura, Malaysia, dan Thailand, didorong oleh arus pengunjung yang stabil dan konsumen yang kembali.

Untuk mempertahankan momentum, perusahaan berencana memperdalam kolaborasi dengan IP global dan regional, memperluas jangkauan di Asia Tenggara, dan menyempurnakan integrasi online-offline.

“Retail berbasis pengalaman bukan sekadar menjual produk,” kata Qiao. “Ini tentang menciptakan kebahagiaan dan pengalaman sosial bersama.”

Brand sportswear andalkan rantai pasok demi jaga margin

Aktivitas outdoor dan olahraga wanita diperkirakan menopang permintaan di kawasan ini.

Menangkan Gen Alpha butuh lebih dari sekadar AI

Orang tua tetap menjadi penjaga gerbang pengeluaran dan data pribadi anak.

IKEA Indonesia perdalam kemitraan pemasok lokal

Retailer ini bekerja sama dengan 18 pemasok Indonesia di tiga kategori produk.

Marks & Spencer targetkan comeback lebih besar di Filipina

Ekspansi ini akan ditopang oleh toko berukuran lebih besar dan ritel omnichannel.

Pabrik bersama dorong pertumbuhan K-beauty

Merek-merek global kesulitan menyamai kecepatan pengembangan industri ini.

Levi's manfaatkan Asia untuk matangkan strategi lifestyle premium

Tren konsumen yang bergerak cepat turut membentuk strategi global merek ini.

Huawei andalkan uji kamera langsung di toko

Perbandingan langsung menggantikan spesifikasi teknis dalam strategi penjualan.

Livestream berevolusi dari sekadar gimmick pemasaran jadi kanal penjualan

Video berdurasi pendek jadi medium utama untuk penemuan produk (product discovery).

Domino's Singapura sasar pesanan dadakan lewat penyegaran merek

Jaringan pizza ini meluncurkan varian Thick Crunch untuk mendorong pesanan di luar momen pesta.

Peritel optik Singapura andalkan layanan eye care untuk dorong repeat order

Keahlian profesional jadi daya tarik yang makin penting seiring meningkatnya persaingan harga.