, Japan
814 views

Rakuten menggunakan robot otonom untuk meningkatkan pengiriman tahap akhir

Mereka dapat melakukan pengiriman pada malam hari dan saat cuaca buruk berkat sensor LiDAR.

Rakuten Group, Inc. mempercepat layanan pengiriman otonomnya dengan menggunakan robot canggih buatan perusahaan AS, Avride, untuk meningkatkan logistik tahap akhir (last-mile) di Jepang.

Robot pengiriman ini dilengkapi dengan sensor LiDAR (light detection and ranging) — serupa dengan yang digunakan pada mobil tanpa pengemudi — serta algoritma mengemudi otonom milik Avride, ujar Fukutaro Yamashita, manajer senior divisi solusi tanpa awak di Rakuten kepada Retail Asia melalui Zoom.

Model terbaru memiliki kompartemen berkapasitas 54 liter, lebih dari dua kali lipat dibandingkan kapasitas sebelumnya, memungkinkan pemesanan dalam jumlah lebih besar dan mengurangi frekuensi perjalanan di trotoar. Meskipun dapat membawa beberapa pesanan sekaligus, robot ini tetap beroperasi dengan satu pesanan per perjalanan.

Robot ini juga mampu melakukan pengiriman pada malam hari dan saat hujan dengan intensitas hingga 20 milimeter per jam, dengan bantuan sensor LiDAR dan ultrasonik yang membantunya bernavigasi dalam gelap dan cuaca buruk.

Namun, pada kondisi hujan lebat, salju, atau angin kencang, operasional akan dihentikan demi menjaga keselamatan.

Setiap robot dapat beroperasi hingga 12 jam dalam sekali pengisian daya, dengan waktu pengisian ulang sekitar 3,5 jam. Rakuten mengoperasikan lima robot di wilayah Harumi, Tsukishima, dan Kachidoki di bagian timur Tokyo, yang melayani lebih dari 90 titik pengantaran.

Layanan ini awalnya diluncurkan dengan pengiriman dari Starbucks Coffee Harumi Triton Square, Supermarket Bunkado Tsukishima, dan Yoshinoya Harumi Triton Square, dan sejak itu telah diperluas untuk mencakup Patisserie Hat dan FamilyMart Harumi Center Building.

Menurut portal data asal Jerman, Statista, pasar pengantaran makanan di Jepang bernilai US$5,41 miliar (¥800 miliar) pada  2024. Permintaan melonjak selama pandemi COVID-19 dan tetap tinggi setelah pandemi berakhir.

Meskipun robot dapat beroperasi secara mandiri, Yamashita mengatakan bahwa hukum mengharuskan adanya operator jarak jauh. “Tidak diperlukan bantuan langsung, tetapi sesuai regulasi di Jepang, operator jarak jauh tetap dibutuhkan, meskipun tidak harus berada di dekat robot.”

Yamashita menambahkan bahwa Jepang juga membatasi kecepatan robot hingga 6 kilometer per jam, agar sesuai dengan model pengiriman otonom yang berlaku.

Tantangan besar yang dihadapi adalah integrasi berbagai model robot, karena masing-masing memiliki mekanisme pembukaan kunci yang berbeda untuk pengantaran. “Kami mempermudah pelanggan dengan memberikan instruksi pembukaan kunci yang jelas berdasarkan properti tempat mereka berada,” katanya.
 

Yamashita mengatakan bahwa perusahaan teknologi asal Jepang tersebut memprioritaskan pertumbuhan di dalam negeri sebelum memasuki pasar luar negeri. “Pertama, kami ingin mengembangkan layanan ini di Jepang. Setelah itu, kami akan menyusun strategi pertumbuhan dan melakukan ekspansi lebih lanjut.”

Sejak diluncurkan pada November 2024, layanan ini semakin sering digunakan, meskipun masih merupakan bagian kecil dari total pengiriman secara keseluruhan. Rakuten menyatakan fokus untuk memperluas layanan di wilayah Harumi, Tsukishima, dan Kachidoki, dengan target menjangkau 24.000 rumah tangga di area tersebut.

Rakuten juga memperluas armadanya menjadi 10 robot Avride dan telah meningkatkan sistem manajemen pengirimannya guna memperbaiki alokasi robot. Sistem tersebut telah diuji coba dengan sukses dalam konfigurasi 10 robot.

Yamashita mengatakan bahwa Rakuten melihat penggunaan robot pengiriman tidak hanya terbatas pada makanan dan ritel, tetapi juga berpotensi untuk pengiriman antar bisnis (business-to-business) dan distribusi produk farmasi. “Kami ingin menjadikan robot sebagai bagian dari infrastruktur.”
 

DFI Retail perbarui toko Guardian dan IKEA untuk pengalaman belanja lebih cerdas

Bisnis tidak lagi sekadar transaksi, tetapi semakin bersifat advisori.

Beyond The Vines memanfaatkan wawasan daring untuk menyasar pertumbuhan di luar negeri

Brand ini melihat respons online sebelum membuka toko fisik.

Watsons luncurkan layanan eConsultation apotek pertama di Singapura

Targetnya profesional sibuk dan orang yang menginginkan privasi.

Mal di Indonesia prioritaskan pembaruan dibanding ekspansi

Perubahan ini mencerminkan fokus Thailand pada leisure dan Jepang pada efisiensi.

Oh!Some mengandalkan retail berbasis pengalaman untuk menarik konsumen

Layout toko interaktif, kolaborasi, dan event langsung bertujuan mendorong kunjungan ulang.

Departemen store di Singapura mengecil, tambahkan konsep kuliner dan wellness

Media sosial dan e-commerce menaikkan ekspektasi konsumen.

Tumi perluas gerai flagship di Greater China

Tumi berencana membuka putaran baru gerai flagship di Beijing, Chengdu, dan Shenzhen.

Perjalanan ke Shenzhen dorong pembelian produk perawatan rumah tangga oleh warga Hong Kong

Tiga dari empat warga Hong Kong mengunjungi provinsi Tiongkok ini pada bulan April.

Matahari buka toko ZES pertama di Jakarta

Merek ini ingin menciptakan ekosistem gaya hidup yang lebih luas.