, Indonesia
3725 views

MINISO membuka toko terbesar di dunia di Jakarta

Peritel asal Cina, MINISO, menargetkan ekspansi hingga 1.000 toko dalam lima tahun ke depan dari sekitar 300 toko yang ada saat ini.

MINISO telah membuka toko terbesarnya di dunia di Central Park, Jakarta, sebagai upaya memanfaatkan konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari setengah output ekonomi di negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.

Toko utama MINISO di Indonesia memiliki luas 3.000 meter persegi dan dirancang seperti Dream Castle Park dengan tiga tema utama — Harry Potter, Sanrio, dan Disney.

"Indonesia secara konsisten berada di peringkat lima besar pasar luar negeri kami dalam hal volume perdagangan kotor," kata Bella Tu, vice president sekaligus general manager Divisi Bisnis Luar Negeri MINISO, kepada para jurnalis dalam acara peluncuran pada 31 Agustus.

Konsumsi rumah tangga menyumbang 54,5% dari perekonomian Indonesia, yang tumbuh 5,05% pada kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya.

MINISO, yang dioperasikan oleh MINISO Group Holding Ltd, mengandalkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, biaya sewa dan tenaga kerja yang rendah, serta populasi muda untuk mendorong ekspansi ritelnya.

Perusahaan yang masuk ke pasar Indonesia pada 2017 ini menargetkan 1.000 toko dalam lima tahun ke depan, naik dari lebih dari 300 toko saat ini.

Namun, ekspansi ini menghadapi tantangan di pasar Asia Tenggara yang sangat kompetitif, di mana pertumbuhan terutama didorong oleh peningkatan ekspektasi konsumen, kemajuan teknologi, dan perubahan demografi.

Toko utama MINISO di Jakarta menggabungkan pengalaman belanja, hiburan, dan rekreasi. Toko ini memiliki delapan kategori produk, termasuk parfum, wewangian, kecantikan, camilan, mainan dan alat tulis, desain orisinal MINISO, area istirahat dengan boneka plush, serta blind box—produk misteri yang isinya baru diketahui setelah dibuka.

Keberhasilan MINISO di Indonesia sebagian besar berkat kemampuannya dalam menyesuaikan produk dengan selera lokal dan terus berinovasi. Di Jakarta, toko MINISO menawarkan 13.000 jenis produk, dengan 5.000 di antaranya diperoleh secara lokal.

"Agar menjadi brand global, penting bagi shopper untuk mengenali dan memilih toko Anda," kata Robin Liu, vice president dan chief marketing officer MINISO. "Saat konsumen memiliki kebutuhan tertentu, mereka harus langsung teringat pada brand Anda."

Fokus pada preferensi brand serta rantai pasokan yang kuat, mengintegrasikan pemasok dari Cina dan Indonesia menjadi pembeda utama MINISO di pasar Indonesia yang sangat kompetitif.

Saat ini, MINISO mengalami ekspansi pesat di Asia, dengan lebih dari 1.400 toko di luar Cina daratan. CEO MINISO, Jack Ye, mengungkapkan bahwa perusahaan berencana membuka hingga 1.100 toko baru setiap tahun di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan.

"Sejak membuka toko internasional pertama kami pada 2015, MINISO telah secara konsisten menjalankan strategi ekspansi global. Kini, kami mengoperasikan lebih dari 6.800 toko di lima benua, menghadirkan produk inovatif dan menarik ke seluruh penjuru dunia," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Ke depan, kami akan terus berfokus pada pasar utama seperti Indonesia dan AS, memperkuat kehadiran global kami melalui strategi Super Store dan kemitraan strategis IP (intellectual property),” tambahnya.
 

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

Toys ‘R’ Us Asia mengandalkan ‘Kidult’ untuk mendorong penjualan mainan

Remaja dan orang dewasa berusia 12 tahun ke atas semakin banyak membeli brand mainan ikonik dari era 80-an dan 90-an.

MINISO membuka toko terbesar di dunia di Jakarta

Peritel asal Cina, MINISO, menargetkan ekspansi hingga 1.

PUMA bidik konsumen muda tech-savvy di TikTok

Produsen pakaian olahraga terbesar ketiga di dunia ini memanfaatkan influencer lokal untuk terhubung dengan pasarnya.

Mengapa e-commerce perlu beralih ke prioritas yang customer-centric

Pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik dan digital sangatlah penting.

Bagaimana peritel dapat sukses menjangkau pasar Gen Z yang terus berkembang

Secara global, Gen Z diperkirakan akan memiliki total pengeluaran konsumen sebesar $12 triliun pada 2030.

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Bagaimana L’Oréal memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi ‘beauty life companion’

Menggabungkan data, kreativitas, dan teknologi mutakhir untuk membentuk ulang pengalaman konsumen.

Ayala Malls mengambil langkah berani ke arah redevelopment berteknologi tinggi

Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.