, Indonesia
3683 views
From left to right: Tim Charlton, Publisher of Retail Asia and Anthony Cottan, COO of PT Mitra Adiperkasa Tbk.

MAP Indonesia bidik kelas menengah dengan fokus rumah dan kesehatan

Peritel menargetkan 70–80 juta orang di segmen menengah ke atas.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP Indonesia), raksasa ritel di balik lebih dari 150 merek global di Indonesia, termasuk Starbucks dan Marks & Spencer, memperluas bisnisnya ke kategori rumah tangga dan kesehatan seiring targetnya pada pertumbuhan kelas menengah di tanah air.

“Banyak orang Indonesia kini memiliki rumah atau apartemen, dan mereka ingin membuat ruang itu lebih nyaman,” kata Anthony Cottan kepada Retail Asia saat Retail Asia Summit-Indonesia.

Sejalan dengan tren ini, MAP menghadirkan Zara Home dan baru-baru ini memperkenalkan peralatan rumah tangga dengan label SharkNinja.

MAP juga menyoroti peluang di sektor wellness. Setelah masuk ke bisnis farmasi melalui kemitraan dengan Boots, perusahaan tengah menjajaki ekspansi lebih lanjut pada produk dan layanan kesehatan.

“Kami tidak ingin kehilangan fokus pada inti bisnis, tapi kami harus relevan untuk kelas menengah yang terus berkembang di Indonesia,” tambah Cottan.

Alih-alih bersaing di pasar massal, MAP membidik segmen menengah ke atas—diperkirakan berjumlah 70 hingga 80 juta orang.

Saat ini, perusahaan mempekerjakan lebih dari 30.000 orang dan mengoperasikan 3.700 toko di seluruh Indonesia, mengelola portofolio merek yang mencakup olahraga seperti Adidas dan Puma; fashion seperti Pull & Bear dan merek mewah seperti Loewe; department store seperti SOGO; serta teknologi seperti Digimap.

“MAP menonjol karena budaya profesional dan berorientasi kinerja yang memberdayakan talenta berkualitas—baik lokal maupun internasional—tanpa micromanagement,” kata Cottan. “Setiap unit bisnis, dari F&B hingga fashion, beroperasi secara independen dan menguntungkan, didukung infrastruktur bersama yang meningkatkan efisiensi di seluruh organisasi.”

Ia menambahkan, setiap merek mendapatkan perhatian khusus. “MAP memperlakukan setiap merek secara bespoke, bahkan di kategori yang tumpang tindih, dengan tim dedicated dan otonomi operasional.”

Sejak awal sebagai peritel olahraga pada 1990-an, MAP telah berevolusi menjadi peritel gaya hidup. MAP Tech, unit e-commerce perusahaan, berkembang menjadi unit bisnis terbesar kedua dalam enam tahun terakhir.

“Kami mempercepat pertumbuhan divisi digital berkat hubungan kuat dengan mal dan penempatan ruang strategis,” ujar Cottan, merujuk pada kehadiran signifikan MAP di pusat perbelanjaan, yang mencapai 30% dari total tenancy di beberapa mal.

Meski dikenal dengan kehadiran fisik, pertumbuhan digital MAP terus meningkat. Lebih dari 10% pendapatan kini berasal dari kanal online, dengan kehadiran di 51 platform termasuk Shopee, Lazada, TikTok, dan Zalora.

“Kami melihat perilaku O2O yang kuat,” kata Cottan, merujuk pada tren belanja online-to-offline. “Untuk merespons ini, MAP menekankan pengalaman yang seamless di semua platform.”

Cottan menambahkan, orang Indonesia berbelanja untuk hiburan, bukan sekadar kebutuhan, sehingga peritel harus menghadirkan pengalaman, bukan sekadar transaksi. Perusahaan pun berinvestasi dalam format toko yang experiential dan kampanye pemasaran adaptif berdasarkan data konsumen real-time.

“Sebagai perusahaan ritel, yang kami miliki hanyalah kepercayaan orang,” ujar Cottan. “Kepercayaan itulah alasan merek internasional seperti Starbucks, Apple, dan Loewe bekerja sama dengan MAP untuk menjaga standar global.”

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Merek kecantikan rombak strategi penjualan seiring TikTok dan Douyin kuasai belanja livestream

Douyin melampaui Tmall sebagai platform e-commerce kecantikan terbesar di China pada 2025.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Peritel Asia ubah sistem POS jadi alat pemasaran real-time

Pembayaran QR dan dompet digital mendorong sistem kasir berkembang melampaui fungsi transaksi.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Menu lebih ramping dipandang jadi kunci usai 2.431 gerai F&B tutup

Penutupan usaha mencapai level tertinggi dalam hampir 20 tahun setelah gelombang likuidasi bisnis.