, China
1495 views
Shutterstock photo

Cina akan terus menguasai pasar e-commerce global

Output produksi massal negara tersebut memberikan keuntungan bagi platform e-commercenya.

Raksasa e-commerce asal Cina diperkirakan akan terus mendominasi perdagangan lintas negara dalam lima tahun ke depan, didorong oleh basis manufaktur yang kuat dan logistik yang efisien, menurut para analis.

Platform e-commerce Cina  mendapat keuntungan struktural berkat volume barang yang sangat besar yang diproduksi di negara tersebut, kata Chia Yi Han, principal consultant di perusahaan konsultan bisnis Frost & Sullivan kepada Retail Asia.

“Jika kita melihat produk-produk yang ada di rumah, saya rasa sebagian besar berasal dari Cina,” katanya. “Ini adalah soal permintaan dan penawaran. Produksi dalam jumlah besar berasal dari Cina, dan hal ini memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan e-commerce asal negara tersebut.”

Cina  juga memiliki ekosistem logistik yang sangat berkembang, yang memastikan distribusi yang efisien ke pasar-pasar global. “Tidak ada yang lebih efisien dibandingkan perusahaan yang produknya berasal langsung dari sumbernya,” kata Chia.

Chia menambahkan bahwa infrastruktur logistik yang terintegrasi, termasuk pusat distribusi dan proses kepabeanan, semakin memperkuat posisi pasar Cina.

Cina, yang memiliki populasi pembeli digital terbesar di dunia, memimpin pasar e-commerce global, melampaui pendapatan Amerika Serikat lebih dari US$486 miliar. Transaksi e-commerce negara tersebut mencapai US$6,56 triliun (¥46,83 triliun) pada tahun 2023, naik dari US$6,14 triliun (¥43,83 triliun) pada tahun sebelumnya, menurut portal data Jerman Statista.

Lionel Berthe, CEO wilayah Asia-Pasifik di perusahaan pengiriman e-commerce dan surat global Asendia Management SAS, mengatakan bahwa platform-platform Cina telah mempercepat ekspansi lintas negaranya dalam 18 bulan terakhir di tengah perubahan kebiasaan konsumen.

Pasar online Cina telah memanfaatkan konsumen yang mencari produk dengan harga lebih terjangkau, memungkinkan mereka merebut pangsa besar dari pertumbuhan e-commerce, kata Berthe.

Namun, meningkatnya dominasi platform Cina dan volume transaksi lintas negara turut menimbulkan tantangan baru bagi rantai pasok global, katanya. “Dengan lonjakan besar dalam arus lintas negara ini, ada potensi terjadinya kemacetan.”

Pemain global mapan juga merespons pengaruh e-commerce Cina yang semakin besar dengan meniru metode yang telah terbukti berhasil dari platform seperti Temu, yang menawarkan barang-barang konsumen dengan diskon besar dan sebagian besar dikirim langsung dari Cina.

Berthe mengatakan bahwa perubahan kebijakan di pasar-pasar utama dapat memengaruhi prospek pertumbuhan e-commerce global, terutama saat pemerintah berupaya melindungi produk-produk lokal.

Meskipun ada tantangan tersebut, baik Chia maupun Berthe memperkirakan dominasi Cina dalam e-commerce global akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Walaupun pergeseran manufaktur ke pasar seperti India, Vietnam, dan Indonesia dapat memengaruhi dinamika perdagangan global dalam jangka panjang, infrastruktur dan skala Tiongkok memberikan keunggulan yang sangat kuat, kata Chia.

“Ini adalah pergeseran jangka panjang yang memang perlu terjadi,” katanya. “Namun setidaknya dalam lima tahun ke depan, Cina akan tetap memimpin e-commerce lintas negara.”

 

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Merek kecantikan rombak strategi penjualan seiring TikTok dan Douyin kuasai belanja livestream

Douyin melampaui Tmall sebagai platform e-commerce kecantikan terbesar di China pada 2025.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Peritel Asia ubah sistem POS jadi alat pemasaran real-time

Pembayaran QR dan dompet digital mendorong sistem kasir berkembang melampaui fungsi transaksi.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Menu lebih ramping dipandang jadi kunci usai 2.431 gerai F&B tutup

Penutupan usaha mencapai level tertinggi dalam hampir 20 tahun setelah gelombang likuidasi bisnis.