
Ayala Malls mengambil langkah berani ke arah redevelopment berteknologi tinggi
Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.
Ayala Malls, salah satu operator mal terkemuka di Filipina, sedang mengintegrasikan teknologi interaktif mutakhir dan menciptakan pengalaman belanja imersif dalam proyek redevelopment besar pada sejumlah properti andalannya.
Dalam wawancara dengan Retail Asia, Paul Birkett, Chief Operating Officer Ayala Malls, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menggabungkan pengalaman fisik dan digital secara mulus, meningkatkan keterlibatan shopper melalui teknologi canggih dan konsep ritel inovatif.
Properti yang akan mengalami redevelopment mencakup Glorietta, Greenbelt, TriNoma, dan Ayala Center Cebu.
"Beberapa bagian dari mal-mal tersebut telah berusia lebih dari 30 tahun, dan dampak dari perubahan terkini membuat kami merasa perlu mengambil langkah nyata," ujar Birkett.
"Kebiasaan dan preferensi shopper telah berkembang, dan kami melihat ini sebagai kesempatan sempurna untuk membawa Ayala Malls ke era baru serta menghadirkan pengalaman baru."
Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.
Konsep ritel baru ini akan menampilkan berbagai elemen interaktif, seperti AR yang memungkinkan shopper memvisualisasikan produk secara nyata, dan meningkatkan pengalaman berbelanja mereka.
Ruang ganti digital akan dilengkapi dengan layar untuk mencoba pakaian secara virtual, menyederhanakan proses belanja, dan meningkatkan kenyamanan. Tampilan interaktif akan menyediakan informasi produk secara real-time serta rekomendasi yang dipersonalisasi, menciptakan lingkungan ritel yang dinamis dan menarik.
"Kami sedang bekerja sama dengan brand besar untuk menciptakan toko ritel multi-level di area yang sebelumnya tidak dipertimbangkan," ujar Birkett. "Kami ingin menghadirkan sesuatu yang unik dan pertama di Filipina."
Ia menambahkan bahwa timnya aktif menjelajahi tren baik secara fisik maupun digital di seluruh dunia untuk memastikan standar tertinggi dapat diterapkan.
"Kami mengumpulkan wawasan, bertemu dengan pengembang konsep ritel dan pusat perbelanjaan. Kami ingin memahami apa yang sedang dilakukan di berbagai belahan dunia dan bagaimana relevansinya bagi pasar di Filipina," jelas Birkett.
Mendefinisikan ulang ‘Third Spaces’
Birkett mengungkapkan bahwa Ayala Malls berencana mendefinisikan ulang ‘third spaces’ yaitu area di luar rumah, tempat kerja, atau sekolahdengan menetapkan standar baru dalam ritel. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang menarik dan berkesan bagi masyarakat Filipina, di mana mereka dapat berinteraksi dengan sesama serta merek favorit mereka.
Saat ini, industri ritel menghadapi paradoks ruang, di mana retailer kesulitan menyesuaikan antara kelebihan ruang yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka dan kekurangan ruang dengan ukuran yang ideal.
"Perkembangan ritel berbasis pengalaman, munculnya logistik just-in-time, serta proyeksi penjualan berbasis AI berarti bahwa retailer perlu lebih fokus pada ruang penjualan di toko dan mengurangi ruang untuk penyimpanan inventaris," ujarnya.
Redevelopment ini akan mencakup pembaruan interior dan eksterior mal, dengan estetika modern dan sistem navigasi yang lebih baik. Ruang hijau dan area terbuka akan diintegrasikan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Desain baru juga akan menampilkan area pop-up untuk toko sementara, pengalaman unik, serta ruang multifungsi untuk brand-brand baru dan pengrajin lokal. Kehadiran zona bertema, taman hiburan, dan pameran budaya akan semakin memperkaya pengalaman berkunjung, menjadikan mal sebagai destinasi hiburan dan eksplorasi.
Selain menarik lebih banyak pengunjung, Birkett menekankan bahwa tujuan utama adalah menciptakan lingkungan ritel yang dinamis, yang menginspirasi dan mendorong retailer untuk terus berinovasi.
Ayala Malls mengalami pertumbuhan dua digit yang kuat pada 2023, dengan tingkat kunjungan yang meningkat pesat setelah pandemi.
"Kami sedang berada dalam periode pertumbuhan yang sangat positif. Oleh karena itu, dalam proses renovasi ini, kami harus berhati-hati agar tidak menghambat pertumbuhan bisnis para retailer yang baru saja pulih dari kesulitan selama pandemi," kata Birkett.
Tren positif ini berlanjut pada 2024, dengan semakin banyak brand internasional yang bergabung.
Birkett menegaskan bahwa fokus utama perusahaan tetap pada pemahaman kebutuhan pelanggan dan merancang pusat perbelanjaan yang mampu mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.
Integrasi teknologi
Integrasi teknologi juga akan menjadi elemen kunci dalam redevelopment ini, dengan berbagai inovasi seperti rekomendasi berbasis AI dan pengalaman belanja online-offline yang lebih mulus.
Selain itu, sistem manajemen gedung pintar berbasis IoT dan sensor akan diimplementasikan untuk mengoptimalkan performa operasional serta keberlanjutan, memastikan efisiensi dan ramah lingkungan.
"Teknologi tidak hanya berfokus pada pengalaman shopper. Kami juga memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi operasional retailer yang bekerja sama dengan kami," ujar Birkett.
"Kami berinvestasi dalam perangkat lunak canggih untuk mendukung ritel, mengurangi keterlambatan, menyederhanakan proses perizinan, dan mempercepat pembukaan toko sehingga semua pihak dapat memperoleh manfaatnya."
Komitmen terhadap keberlanjutan
Meskipun berfokus pada teknologi, Ayala Malls tetap menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas utama.
Menurut Birkett, seluruh pusat perbelanjaan akan menggunakan 100% energi terbarukan, memanfaatkan tenaga surya, serta mengoptimalkan pencahayaan alami melalui skylight terbuka.
Fasilitas hemat energi, sistem pengumpulan air hujan, serta penggunaan material ramah lingkungan akan diterapkan untuk meminimalkan dampak lingkungan. Sensor IoT akan digunakan untuk mengatur peralatan pendingin udara dan pencahayaan, memastikan efisiensi optimal melalui AI dan machine learning.
Ayala Malls juga akan meningkatkan jumlah stasiun pengisian daya kendaraan listrik (EV) serta bekerja sama dengan perusahaan daur ulang guna mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Mengatasi tantangan
Merenovasi beberapa mal secara bersamaan tentu menghadirkan tantangan logistik, namun Ayala Malls telah menyiapkan strategi untuk menghadapinya.
Menurut Birkett, tantangan bukan hanya pada aspek konstruksi, tetapi juga pada optimasi tenant mix dan memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan dengan gangguan seminimal mungkin.
"Logistik konstruksi itu bagian yang mudah. Yang sulit adalah logistik bagi para retailer. Ini melibatkan hati, pikiran, kepribadian, serta kehidupan banyak orang yang bergantung pada bisnis ini," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemitraan strategis dan pendekatan inovatif akan membantu meminimalkan dampak negatif bagi retailer dan pelanggan selama proses redevelopment.
Ekspansi dan perluasan jangkauan
Ayala Malls juga memiliki rencana ekspansi lebih lanjut, dengan proyek-proyek baru di Marquee Mall, Solenad, Abreeza di Davao, dan Fairview Terraces.
Menurut Birkett, fokusnya adalah memperluas jangkauan di luar Makati serta menciptakan komunitas terpadu yang mengintegrasikan ruang komersial, hunian, dan ritel.
"Kami saat ini sedang mengevaluasi sejumlah lokasi baru, dan dalam lima tahun ke depan, kami pasti akan menghadirkan beberapa pusat perbelanjaan baru," tutupnya.