108 views

Dari “The King of Peanut” menjadi “The King of Snacks” di Indonesia melalui Garuda Crunchy Innovation

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk menang di FMCG Asia Awards 2022.

Sebagai brand yang mulai menjual kacang kulit pada 1987, GARUDA fokus pada inovasi kategori kacang goreng dan panggang sejak awal masuk di industri ini. Meskipun fokus pada satu ceruk pasar, FMCG Asia Awards menganugerahi GARUDA Crunchy sebagai Indonesia Product Launch of The Year Award 2022.

Program penghargaan ini mengakui perusahaan dan inovator yang telah berhasil dalam operasional mereka, peluncuran GARUDA Crunchy dan upaya konsisten PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pembeli yang hal tersebut menjadi pembeda dari pesaing mereka.

Sementara komunikasi yang konsisten telah membantu brand GARUDA mendapatkan pengakuan nasional sebagai brand “Indonesia Heritage Nuts”, sebuah visi dari perusahaan untuk memimpin perusahaan makanan dan minuman (F&B) dengan pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi. Hal tersebut mendorong mereka untuk memposisikan diri kembali pada 2020 sebagai ”trusted companion” dalam ekspansi mereka ke kategori makanan ringan yang lebih luas.

GARUDA Crunchy dipasarkan sebagai brand makanan ringan gurih dengan rasa dan bentuk yang berbeda, menjadikan tonggak baru bagi GARUDA untuk memasuki salah satu kategori makanan ringan terbesar dengan tagline perusahaannya, “Leading in Innovation” dan juga sebagai jembatan menuju transformasi dari “ The King of Peanut” menjadi “The King of Snacks” di Indonesia.

Peluncuran ini memungkinkan GARUDA untuk mengubah persepsi pembeli, dari brand kacang tanah menjadi brand berbagai makanan ringan yang sesuai dengan beragam selera pasar.

Untuk sajian awal, GARUDA Crunchy tersedia dalam 2 varian, berbahan dasar kentang berbentuk tornado dan berbahan dasar jagung berbentuk tanduk. Di penghujung 2022, GARUDA Crunchy akan meluncurkan bentuk unik lainnya yaitu Jaring Kentang.

Berdasarkan data, demografi konsumen utama GARUDA Crunchy adalah remaja, yang mengisi celah di basis pelanggan mereka di mana konsumen kategori kacang-kacangan biasanya adalah orang dewasa dan kategori makanan ringan lainnya menargetkan konsumen anak-anak.

Untuk mendapatkan eksposur dan kesadaran akan brand, GARUDA Crunchy menggunakan kampanye pemasaran 360° dengan berbagai titik kontak konsumen, seperti iklan TV, penempatan produk di serial TV, dan kampanye digital di platform seperti TikTok, Youtube, dan influencer Instagram, serta iklan digital. Inisiatif pemasaran ini memperkenalkan produk dengan menekankan bentuknya yang unik beserta cara makannya yang khas.

Hanya dalam dua tahun, penjualan GARUDA Crunchy menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan memperoleh pangsa pasar lebih dari 6%, menjadi merek ke-4 di antara 100 merek makanan ringan ekstrusi* (*penelitian oleh Nielsen-Indonesia Retail Audit), dan menjadi penetrasi konsumen tertinggi di antara makanan ringan yang telah diluncurkan dalam 24 bulan terakhir.**(**penelitian oleh Kantar Worldpanel Mar'22).

Dengan kesuksesan GARUDA Crunchy, GARUDA Crunchy kini telah menjadi penggerak pertumbuhan brand yang memimpin dalam kategori makanan ringan, dengan roadmap perusahaan mengarah ke inovasi berkelanjutan untuk memantapkan brand tersebut di posisi teratas kategori makanan ringan di Indonesia.

*****

Tentang Garudafood (www.garudafood.com):

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (kode saham: GOOD) merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia. Didirikan pada 1990, kegiatan usaha Garudafood telah dirintis sejak 1979 oleh para pendiri perusahaan melalui PT Tudung Putra Jaya (TPJ), sebuah perusahaan di Pati, Jawa Tengah, yang memasarkan produk kacang tanah yang dikenal dengan Kacang Garuda (Garuda Peanut). Saat ini Garudafood memproduksi dan memasarkan produk makanan dan minuman dengan enam brand unggulan, yaitu Garuda, Gery, Chocolatos, Clevo, Prochiz, dan TopChiz. Produknya terdiri dari biskuit, kacang-kacangan, pilus, snack pelet, keripik, confectionery, minuman susu, coklat bubuk, keju, dan salad dressing. Garudafood mengekspor produknya ke lebih dari 20 negara, dengan fokus pada negara-negara ASEAN, China, dan India.

Sebagian besar produk Garudafood dibuat di fasilitas produksinya sendiri. Garudafood saat ini mengelola dua fasilitas produksi di Pati, Jawa Tengah; satu fasilitas produksi di Gresik, Jawa Timur, satu fasilitas produksi di Kawasan Industri Rancaekek, Sumedang, Jawa Barat, dan satu fasilitas produksi di Cikarang, Jawa Barat. Seluruh produk Garudafood telah mendapatkan sertifikasi Halal dan ISO 22000: Food Safety Management System.

FMCG Asia Awards dipersembahkan oleh Majalah Retail Asia. Untuk melihat daftar pemenang selengkapnya, klik di sini. Jika Anda ingin bergabung dengan program penghargaan 2023 dan diakui atas produk atau inisiatif luar biasa perusahaan Anda di industri FMCG, silakan hubungi Jane Patiag di [email protected].

Follow the link for more news on

CONCEPT WATCH: Eatology memasak 'halfway diet' untuk warga Hong Kong

Rencana makan flexitarian adalah untuk konsumen yang ingin mengurangi konsumsi produk hewani.

Bagaimana kurasi AI/ML membantu Blibli untuk selalu menyediakan produk original

Teknologi AI Blibli mampu mendeteksi indikasi barang palsu 10 kali lebih cepat.

Pasar mainan Hong Kong tumbuh subur meskipun jumlah anak-anak lebih sedikit

Hong Kong memiliki tingkat kesuburan terendah di Asia.

PZ Cussons Indonesia memenangkan Digital Marketing Strategy of the Year - Indonesia di FMCG Asia Awards 2022

Perusahaan ini diakui untuk kampanye pemasaran digital Hair Story for Cussons Baby mereka.

Melihat ke dalam empat ekspansi vertikal bisnis Erajaya

Erajaya memadukan strategi omnichannel dan ekspansi retail untuk menyasar lebih banyak konsumen.

Bagaimana Love, Bonito mengembangkan actionable insight dalam fesyen

CEO Love, Bonito, Dione Song, mengungkapkan strategi data brand menghasilkan peningkatan 8% dalam tingkat pembelian keduanya.

Laba bersih Bukalapak melonjak lebih dari 400% dalam 9 bulan

Pendapatannya mencapai Rp3,61 triliun selama periode tersebut.

Fitch Solutions: Tekanan inflasi memukul sektor ritel Indonesia

Indonesia diperkirakan akan menutup tahun dengan inflasi sebesar 5,5% YoY.

Belanja konsumen di Indonesia tumbuh pada 2022

Namun diprediksi akan sedikit menurun pada 2023.