, Indonesia
958 views

Guardian Indonesia meraih penghargaan Retail Asia Awards 2024 untuk Product Trending Zone

Brand kecantikan paling populer di media sosial, dengan kehadiran yang kuat di toko melalui pengalaman omnichannel.

Guardian Indonesia, sebagai peritel kesehatan dan kecantikan terkemuka di Indonesia, menerima penghargaan dalam kategori In-store Customer Experience of the Year - Indonesia pada Retail Asia Awards 2024 yang bergengsi untuk peluncuran sukses dari Product Trending Zonenya.

Product Trending Zone, yang pertama kali diluncurkan pada 2022 terdiri dari brand-brand yang sedang viral di media sosial dan sangat diminati. Produk-produk yang ditampilkan di zona ini dikurasi berdasarkan wawasan dari riset pasar, kunjungan, dan masukan dari anggota tim. Ini adalah hasil kerja kolaboratif antara tim Komersial, Operasional, Perencanaan Ruang, Rantai Pasokan, dan Pemasaran.

Produk-produk tersebut memiliki tampilan khusus di rak, dengan warna pink cerah untuk menarik perhatian pelanggan, serta memudahkan mereka  menemukan dan membeli produk tersebut.

Sejak peluncuran pertamanya, Product Trending Zone telah menciptakan gebrakan besar dengan 70 juta impresi dan jangkauan digital lebih dari 20 juta. Produk-produk yang ditampilkan di zona trending juga mencatat pertumbuhan penjualan dua digit dan menarik pelanggan baru, terutama pelanggan muda (Gen Z).

Pada 2024, perusahaan akan terus mempertahankan inisiatif ini dengan rentang produk yang lebih besar dan lebih luas. Perusahaan telah menyegarkan komunikasi dan visual utama serta meningkatkan kesadaran melalui penerapan teknologi augmented reality (AR). Melalui AR, pelanggan diberikan pengalaman omnichannel karena mereka dapat melihat manfaat produk di halaman khusus, dan membeli produk tersebut melalui toko online.

Retail Asia Awards memberikan penghargaan pada  perusahaan-perusahaan yang baru-baru ini meluncurkan proyek atau inisiatif ritel inovatif, serta pemimpin industri yang telah mendorong brand mereka dalam mempertahankan keunggulan kompetitif.

The Retail Asia Awards is presented by Retail Asia Magazine. To view the full list of winners, click here. If you want to join the 2025 awards programme and be acclaimed for your company's exceptional products or initiatives in the Retail industry, please contact Jane Patiag at [email protected].

Follow the link for more news on

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Merek kecantikan rombak strategi penjualan seiring TikTok dan Douyin kuasai belanja livestream

Douyin melampaui Tmall sebagai platform e-commerce kecantikan terbesar di China pada 2025.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Peritel Asia ubah sistem POS jadi alat pemasaran real-time

Pembayaran QR dan dompet digital mendorong sistem kasir berkembang melampaui fungsi transaksi.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Menu lebih ramping dipandang jadi kunci usai 2.431 gerai F&B tutup

Penutupan usaha mencapai level tertinggi dalam hampir 20 tahun setelah gelombang likuidasi bisnis.