, Indonesia
696 views
Photo via Pexels

Industri garmen dan tekstil Indonesia mendesak pemerintah untuk bertindak terhadap impor, biaya, dan ketidakstabilan

Industri menghadapi tantangan seperti rendahnya daya saing, PHK massal, dan pasar ekspor yang menurun.

Sektor garmen dan tekstil di Indonesia memohon dukungan pemerintah yang akan datang untuk menangani masalah impor ilegal, kenaikan biaya, dan ketidakstabilan global.

Dalam laporan GlobalData, asosiasi industri menekankan perlunya dukungan pemerintah karena sektor ini, yang mempekerjakan 3,2 juta orang dan berkontribusi 1,8% terhadap PDB, menghadapi tantangan seperti rendahnya daya saing, PHK massal, dan pasar ekspor yang menurun.

Prabowo Subianto, yang akan menjabat mulai Oktober, berjanji untuk membangun atas kesuksesan pemerintahan sebelumnya, dengan fokus pada pengembangan Indonesia hingga 2045.

Redma Gita Wirawasta, ketua Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI), mencatat prevalensi produk selundupan dan palsu,  menyumbang 60 hingga 70% pasar domestik. Dia mendesak pemerintah untuk segera bertindak, termasuk memberikan larangan dan penyitaan, untuk memfasilitasi penjualan yang sah.

Perdagangan ekspor menghadapi hambatan akibat gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh peristiwa global, termasuk invasi Rusia ke Ukraina dan invasi Israel ke Gaza, yang turut menyebabkan kenaikan tarif pengiriman.

"Visinya sama [dengan Presiden Joko Widodo yang akan pensiun] untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada 2045, dan itu membutuhkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang memadai dan adil, yang hanya dapat dicapai jika industri berjalan dengan baik," kata Wirawasta.

Menurut laporan terbaru dari Mordor Intelligence, penjualan tekstil Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5,54% setiap tahun selama lima tahun ke depan, mencapai $18,1 miliar pada 2029. Laporan tersebut mengidentifikasi faktor-faktor seperti populasi yang besar, demografi yang muda, kelas menengah yang berkembang, dan urbanisasi yang meningkat mendorong pertumbuhan ini.

Rizal Tanzil, sekretaris jenderal Asosiasi Tekstil Indonesia (API), juga menyoroti tantangan-tantangan kritis bagi pemerintah yang akan datang, termasuk meningkatkan permintaan lokal, meningkatkan daya saing industri, mengurangi biaya utilitas, dan memastikan pasokan tenaga kerja terampil dan bahan baku yang stabil.

Tanzil mengharapkan pemerintah memenuhi janji-janji seperti dukungan untuk kemajuan teknologi seperti 5G dan Internet of Things untuk menambah nilai produk tekstil.

"Isu impor ilegal harus diselesaikan melalui penegakan hukum. Kami berharap proposal industri untuk mengubah sistem pasca perbatasan menjadi sistem perbatasan dapat direalisasikan," katanya.

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Merek kecantikan rombak strategi penjualan seiring TikTok dan Douyin kuasai belanja livestream

Douyin melampaui Tmall sebagai platform e-commerce kecantikan terbesar di China pada 2025.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Peritel Asia ubah sistem POS jadi alat pemasaran real-time

Pembayaran QR dan dompet digital mendorong sistem kasir berkembang melampaui fungsi transaksi.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Menu lebih ramping dipandang jadi kunci usai 2.431 gerai F&B tutup

Penutupan usaha mencapai level tertinggi dalam hampir 20 tahun setelah gelombang likuidasi bisnis.