, APAC
590 views
Green Yip, regional managing director for Asia Pacific Travel Retail (Photo via L’Occitane)

Upaya L’Occitane menjadi brand yang sustainable

Upaya ini mencakup pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab, kemasan ramah lingkungan, dan praktik hemat energi.

L’OCCITANE en Provence mungkin sedang beradaptasi dengan meningkatnya ekspektasi baru dari generasi milenial dan Gen Z, tetapi nilai inti dan asal-usulnya selalu selaras dengan autentikasi dan keberlanjutan yang dituntut oleh para konsumen ini.

“Saat brand  ini didirikan 48 tahun yang lalu, inilah DNA dari L’Occitane,” kata Green Yip, Managing Director Regional untuk Asia Pasifik Travel Retail. “Kami terus mempertahankan nilai inti ini dengan mengintegrasikan keberlanjutan di setiap aspek bisnis kami.”

Dalam wawancara dengan Retail Asia, Yip menegaskan bahwa komitmen ini, yang tercermin dalam berbagai inisiatif ramah lingkungan, akan terus diwujudkan melalui pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab dan dukungan bagi komunitas lokal.

Upaya serius juga dilakukan dalam berbagai inisiatif seperti kemasan ramah lingkungan dan praktik hemat energi guna meminimalkan jejak karbon perusahaan.

Laporan Lagardère Travel Retail menunjukkan bahwa permintaan konsumsi bertanggung jawab di kalangan pelancong saat ini dinilai 3,2 dari 5.

Hal ini mencerminkan pergeseran menuju prioritas tanggung jawab lingkungan, seiring dengan semakin banyaknya pelancong modern yang berupaya mengurangi penggunaan plastik, mendukung ekonomi lokal, dan memilih produk ramah lingkungan.

Generasi milenial dan Gen Z, yang dikenal karena kecakapan digital dan kesadaran global mereka, memimpin perubahan menuju keberlanjutan ini.

Di Cina, L’Occitane meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk pop-up “Make Earth Green Again” di Sanya International Duty-Free Complex, Hainan.

Kampanye yang berfokus pada kesadaran lingkungan ini tidak hanya menampilkan praktik berkelanjutan tetapi juga mengedukasi para pelancong tentang konsumsi bertanggung jawab, mencerminkan nilai-nilai inti brand.

Interaksi inovatif

Kembalinya perjalanan internasional, yang telah mencapai 73% dari tingkat pra-pandemi pada akhir 2023, menghadirkan peluang besar bagi L’Occitane untuk memanfaatkan teknologi digital dan interaktif, kata Yip.

Brand ini menggunakan berbagai alat seperti retailtainment interaktif dan konsultasi personal untuk menciptakan pengalaman edukatif yang menarik.

Selain itu, Yip menekankan bahwa merek ini juga memanfaatkan meningkatnya jumlah pelancong global, terutama dari pasar berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

Ia menyoroti strategi brand dalam menggunakan media sosial untuk meningkatkan kesadaran pra-perjalanan serta bermitra dengan duty-free retailers untuk meningkatkan pre-orders dan pengalaman belanja di toko. Aktivasi terbaru di Sanya Duty-Free Shopping Complex mencakup permainan lingkungan interaktif, sampel produk, dan konsultasi personal.

Di September, animasi untuk rangkaian Immortelle Divine Youth diluncurkan di Mova Mall, Haikou, Hainan, dilengkapi dengan dinding informasi untuk mengedukasi customer tentang manfaat produk tersebut.

Beauty Ambassador  memberikan konsultasi personal menggunakan Beauty Eye Skin Diagnosis Machine yang canggih, membantu customer memilih produk dan rutinitas perawatan terbaik. Sebagai tambahan, pelancong dapat menyesuaikan pembelian mereka dengan ukiran personal.

“Brand ini juga menyesuaikan lini produknya agar sesuai dengan preferensi berbagai wilayah di Asia-Pasifik, memastikan bahwa setiap produk yang ditawarkan relevan dengan konsumen di kawasan ini,” kata Yip, menyoroti bagaimana beberapa produk dan wewangian tertentu menarik bagi pasar tertentu.

Bergeser ke self-consumption

Tren lain dalam sektor travel retail adalah pergeseran dari pemberian hadiah ke konsumsi pribadi, menurut Managing Director.

“Hal ini juga mendorong pergeseran dari konsumsi produk fisik ke pengalaman tak berwujud, di mana konsumen yang mencari produk untuk diri mereka sendiri mengharapkan layanan yang lebih personal dan sensorik,” ujar Yip.

Menanggapi tren ini, L’Occitane menawarkan berbagai produk inovatif, termasuk Travel Retail Exclusive Sets (TREX) dan item berukuran perjalanan bagi konsumen yang menginginkan rutinitas perawatan kulit atau kecantikan yang lengkap dalam format yang praktis, serta promosi gift with purchase (GWP).

“Kami ingin hadir di mana pun konsumen kami berada, memperkenalkan produk inovatif dan layanan personal yang benar-benar selaras dengan keinginan mereka,” katanya.

“Dengan inisiatif keberlanjutan dan kemajuan teknologi, kami bercita-cita untuk mendefinisikan ulang luxury retail, menciptakan pengalaman belanja yang berkesan bagi setiap customer  yang kami layani di kawasan yang dinamis ini,” tambahnya.

Baba Rafi akan hubungkan pesanan TikTok Go dan WhatsApp ke sistem penjualan

Perusahaan berencana menghubungkan pembaruan stok dan promosi dalam setahun ke depan.

RTS Link tekan peritel grocery dan bisnis F&B di Singapura

Konsumen berpotensi membelanjakan US$1,05 miliar lebih banyak per tahun di Johor Bahru.

Ranch Market simpan data pelanggan secara internal demi menjaga layanan premium

Anggota Diamond Plus dapat menghubungi manajer toko secara langsung untuk pesanan khusus.

Retailer China ubah wajah toko di tengah perang harga yang terus berlanjut

Pasar diperkirakan akan tetap lesu dalam tiga tahun ke depan.

AEON malaysia perluas profil pelanggan berbasis AI

Aktivitas finansial bisa mengungkap sinyal yang tidak muncul dari transaksi ritel biasa.

Operator Pomelo pertaruhkan bisnis pada daur ulang pakaian

Daur ulang garmen tetap mahal tanpa dukungan dari pemerintah atau korporasi.

Brand sportswear andalkan rantai pasok demi jaga margin

Aktivitas outdoor dan olahraga wanita diperkirakan menopang permintaan di kawasan ini.

Menangkan Gen Alpha butuh lebih dari sekadar AI

Orang tua tetap menjadi penjaga gerbang pengeluaran dan data pribadi anak.

IKEA Indonesia perdalam kemitraan pemasok lokal

Retailer ini bekerja sama dengan 18 pemasok Indonesia di tiga kategori produk.