, South Korea
1520 views
Credits: Starbucks Asia

Starbucks Korea membuka gerai berteknologi tinggi di Seoul

Gerai khusus reserve pertama ini menampilkan instalasi seni AR dan Mixology Bar.

Starbucks Korea memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) di gerai khusus reserve pertamanya, Jangchung Lounge R di Seoul, untuk menjawab meningkatnya permintaan customer akan pengalaman ngopi yang imersif.

“Ketika memasuki gerai, customer disambut oleh tampilan AR yang berpadu sempurna dengan deretan mural seni di area garasi,” kata Jeong Youn Cho, director of Store Design untuk Starbucks Asia-Pasifik.

 

Dia mengatakan bahwa fitur yang dibuat bekerja sama dengan studio seni dan desain berbasis di Seoul, Orbit ini berfungsi sebagai portal yang membawa cuistomer dari hiruk pikuk jalanan Jangchung-dong ke ruang tenang di mana mereka dapat sepenuhnya tenggelam dalam pengalaman sensorik kopi.

Enam mural yang ditampilkan menggambarkan perjalanan biji kopi — mulai dari penanaman hingga penyeduhan. Sementara itu, teknologi AR menyoroti berbagai tahapan proses tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi customer terhadap kopi.

Cho mengatakan bahwa fitur-fitur ini hanya dapat dialami secara langsung. “Melalui teknologi, kami mampu menyuntikkan sentuhan keseruan imajinatif ke dalam ruang bersejarah ini,” tambahnya.

Direktur Starbucks tersebut juga menyampaikan bahwa desain gerai ini tetap menghormati arsitektur aslinya, yang berasal dari tahun 1960-an, dan mencakup elemen-elemen yang dipertahankan untuk menciptakan suasana yang lebih intim melalui area tempat duduk yang lebih kecil.

 

Dia mengatakan bahwa tampilan AR diintegrasikan ke dalam desain karena adanya pembatasan dalam membangun struktur permanen. “AR membantu kami mengatasi tantangan tersebut, dengan menghadirkan pengalaman imersif bagi customer dalam kisah kopi yang diaktifkan secara virtual, sekaligus terhubung dengan pengalaman mereka di Reserve Bar dan Mixology Bar di lantai dua,” kata Cho.

Starbucks Korea merespons perubahan signifikan di pasar kopi dengan menawarkan pengalaman yang lebih imersif, variasi produk yang lebih luas, serta opsi pemesanan digital yang cepat, ujar Amol Akolkar, Managing Director Store Development Starbucks Asia-Pasifik, kepada Retail Asia.

“Orang Korea juga semakin penasaran dan memiliki pengetahuan lebih tentang kopi, dengan ekspektasi yang semakin tinggi terhadap kualitas dan variasinya,” tambah Cho.

Sebagai gerai khusus reserve, Jangchung Lounge R secara eksklusif menyajikan kopi Starbucks Reserve, yang berasal dari kebun kopi berskala kecil.

“Rangkaian edisi terbatas ini – termasuk beberapa jenis kopi paling langka dan terbatas dari berbagai penjuru dunia – menawarkan kepada customer kami yang cermat spektrum rasa dan kisah yang beragam, demi menghadirkan pengalaman ngopi yang lebih istimewa,” kata Cho.
 

 

Gerai ini juga memiliki Mixology Bar yang menyajikan minuman koktail inovatif yang diracik dengan espresso dan cold brew khas Starbucks. Meskipun konsep mixology masih tergolong baru di Korea, Akolkar mengatakan bahwa konsep ini juga telah tersedia di pasar Asia-Pasifik lainnya, termasuk Hong Kong dan Thailand.

Starbucks Korea juga telah memperkenalkan inovasi digital seperti “siren order” untuk pembayaran melalui ponsel dan integrasi perangkat wearable bagi customer yang menginginkan layanan cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Akolkar menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan Starbucks di Korea, dengan menyoroti budaya kopi yang sudah mapan di negara Asia Timur tersebut. “Dengan budaya kopi yang telah berkembang pesat dan lebih dari 23.000 mitra Starbuck di lebih dari 1.900 gerai, kami melihat peluang pertumbuhan yang signifikan di Korea.”

“Para mitra kami yang berbakat meningkatkan setiap interaksi di dalam gerai, membawa pengetahuan mereka tentang kopi dan semangat untuk membangun koneksi, guna menghadirkan pengalaman Starbucks yang luar biasa bagi customer kami,” tambahnya.
 

Peritel India beralih ke strategi hiperlokal seiring ekspansi berbasis kota mulai kehilangan relevansi

Peritel memanfaatkan data pasar mikro untuk menentukan lokasi pembukaan toko.

Siam Piwat terapkan standar ramah lingkungan bagi seluruh tenant mal di Bangkok

Permintaan pascapandemi mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Nando's andalkan desain gerai untuk menangi persaingan lokasi drive-thru

Jaringan restoran ini membidik lokasi premium di luar klaster QSR tradisional.

Merek kecantikan rombak strategi penjualan seiring TikTok dan Douyin kuasai belanja livestream

Douyin melampaui Tmall sebagai platform e-commerce kecantikan terbesar di China pada 2025.

Restoran ramah hewan peliharaan berpotensi dongkrak lalu lintas mal di pusat kota Hong Kong

Belanja akhir pekan diperkirakan lebih menguntungkan mal di pusat kota dibandingkan pusat perbelanjaan di pinggiran.

Peritel Asia ubah sistem POS jadi alat pemasaran real-time

Pembayaran QR dan dompet digital mendorong sistem kasir berkembang melampaui fungsi transaksi.

Uniqlo buka gerai interaktif koleksi pakaian untuk cuaca panas di Singapura

Pengunjung dapat merasakan langsung fungsi kain melalui instalasi interaktif.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kepergian Deliveroo picu duopoli pengiriman makanan di Singapura

Konsolidasi pasar diperkirakan mendorong kenaikan biaya pengiriman dan komisi merchant seiring dominasi Grab dan Foodpanda.

Menu lebih ramping dipandang jadi kunci usai 2.431 gerai F&B tutup

Penutupan usaha mencapai level tertinggi dalam hampir 20 tahun setelah gelombang likuidasi bisnis.