Troli pintar berbasis AI FairPrice picu lonjakan 80% nilai belanja pelanggan
Gerai unggulannya berhasil meningkatkan rata-rata nilai belanja per kunjungan dari $19,64 menjadi $35,36.
NTUC FairPrice Group di Singapura tengah menguji troli belanja pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) di gerai "Store of Tomorrow" miliknya di Punggol sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengotomatisasi operasional toko, meningkatkan nilai belanja pelanggan, dan mengurangi beban kerja staf.
Troli pintar ini dilengkapi layar interaktif yang membantu pelanggan menemukan produk, menampilkan promosi berdasarkan lokasi di dalam toko, serta merekomendasikan produk berdasarkan riwayat pembelian, kata Dennis Seah, chief digital and technology officer FairPrice Group, kepada *Retail Asia*.
"Fokus kami saat ini dalam integrasi dan adopsi digital adalah inovasi—bagaimana kami dapat memanfaatkan teknologi canggih seperti Gen-AI sebaik mungkin untuk membentuk ulang pengalaman pelanggan dan operasional staf di gerai-gerai kami," katanya.
Pelanggan dapat mencari produk melalui layar troli, yang kemudian akan memandu mereka ke lorong yang sesuai. Saat berkeliling toko, sistem juga menampilkan promosi dan rekomendasi produk yang relevan dengan lokasi pelanggan.
Produk dipindai secara otomatis saat dimasukkan ke dalam troli, sementara pembayaran dapat diselesaikan langsung melalui perangkat tersebut tanpa harus mengantre di kasir.
Troli ini memanfaatkan tablet, delapan kamera, dan sistem pemetaan di dalam toko untuk memandu pelanggan sekaligus menjalankan proses checkout otomatis. Penawaran berbasis lokasi ditampilkan secara real-time, sehingga pengalaman berbelanja menjadi lebih efisien.
Uji coba ini merupakan bagian dari inisiatif "Store of Tomorrow" FairPrice yang juga mencakup penerapan label harga digital dan sistem pemantauan rak berbasis AI.
Label harga digital memungkinkan staf memperbarui harga dan promosi dari jarak jauh, sehingga mengurangi pekerjaan manual sekaligus penggunaan kertas. Setelah diterapkan secara penuh, sistem ini akan digunakan di lebih dari 160 supermarket FairPrice, kata Seah.
FairPrice juga mengintegrasikan sistem MyInfo Singapura ke dalam proses pembayaran. Langkah ini memungkinkan diskon bagi anggota Pioneer dan Merdeka Generation, serta pemegang kartu CHAS Blue dan Orange, diterapkan secara otomatis ketika pelanggan bertransaksi melalui aplikasi FairPrice Group.
Sementara itu, teknologi Vision AI digunakan untuk memantau kondisi rak dan operasional toko. Sistem ini dapat mendeteksi stok yang mulai menipis, memberi peringatan ketika lorong perlu dibersihkan, serta memberi sinyal kapan kasir tambahan perlu dibuka pada jam-jam sibuk. Teknologi tersebut memanfaatkan kamera CCTV yang sudah ada dan analisis video berbasis AI.
Menurut Seah, sistem ini saat ini tengah diuji coba di FairPrice Finest Sengkang Grand Mall.
FairPrice juga terus mendorong pelanggan beralih ke platform digital. Pada 2023, Kopitiam menghentikan program kartu loyalitas fisik dan memindahkan penggunanya ke aplikasi FairPrice Group, sehingga menambah lebih dari 400.000 pengguna yang terhubung secara digital dalam empat bulan.
Di sisi rantai pasok, pusat distribusi perusahaan memanfaatkan AI untuk menganalisis sekitar 60 juta titik data setiap hari guna memprediksi potensi gangguan dan meningkatkan efisiensi logistik.
Sejak dibuka, gerai unggulan FairPrice di Punggol berhasil meningkatkan rata-rata nilai belanja per kunjungan sekitar 80%, dari US$19,64 (S$25) menjadi US$35,36 (S$45).
Meski demikian, Seah mengatakan penerapan teknologi dalam skala besar tetap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan talenta digital, integrasi dengan sistem lama, serta perubahan budaya kerja menuju pendekatan yang mengutamakan digital (*digital-first*).
Untuk mengelola risiko, FairPrice menerapkan pendekatan "Prototype, Pilot, Scale" guna menguji setiap inovasi sebelum diterapkan secara lebih luas.