223 views
Photo from Love, Bonito

Love, Bonito unveils new branding, assortment strategy

A campaign featuring well-known Asian female personalities has also been launched.

Southeast Asian womenswear Love, Bonito has unveiled a new brand identity and revamped assortment strategy.

The new brand identity comprises a heart-shaped monogram that relates to the brand's initials “LB” and new colours, aside from its signature peach hue.

Along with it, a brand campaign has been launched, featuring a line-up of well-known Asian women with testimonies about breaking out of stereotypes about Asian women.

ALSO READ: Indonesia's garment, textile industry urges gov't action on imports, costs, instability

“It's high time we celebrate our brand, one that is created in Asia, lovingly made for Asian women, by Asian women. By doing so, we want to let Asian women know that it is perfectly alright to be unabashedly ourselves while keeping to our roots and heritage,” Dione Song, CEO of Love, Bonito, said.

Love, Bonito has also introduced a new assortment strategy, supported by machine learning and artificial intelligence. The modernised assortment includes three key lines: Signatures, Staples and capsule collections. The new strategy will help reduce the overall number of styles by 60%.

 

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

Toys ‘R’ Us Asia mengandalkan ‘Kidult’ untuk mendorong penjualan mainan

Remaja dan orang dewasa berusia 12 tahun ke atas semakin banyak membeli brand mainan ikonik dari era 80-an dan 90-an.

MINISO membuka toko terbesar di dunia di Jakarta

Peritel asal Cina, MINISO, menargetkan ekspansi hingga 1.

PUMA bidik konsumen muda tech-savvy di TikTok

Produsen pakaian olahraga terbesar ketiga di dunia ini memanfaatkan influencer lokal untuk terhubung dengan pasarnya.

Mengapa e-commerce perlu beralih ke prioritas yang customer-centric

Pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik dan digital sangatlah penting.

Bagaimana peritel dapat sukses menjangkau pasar Gen Z yang terus berkembang

Secara global, Gen Z diperkirakan akan memiliki total pengeluaran konsumen sebesar $12 triliun pada 2030.

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Bagaimana L’Oréal memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi ‘beauty life companion’

Menggabungkan data, kreativitas, dan teknologi mutakhir untuk membentuk ulang pengalaman konsumen.

Ayala Malls mengambil langkah berani ke arah redevelopment berteknologi tinggi

Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.