, APAC

What APAC cross-border shoppers look for in a brand

Brand values are important for cross-border shoppers.

Nearly three in five shoppers in the Asia Pacific region made a cross-border purchase during the year-end Mega Sale days in 2021, according to a report by Meta. 

In making their purchase, however, shoppers from the region are giving importance to brand values.

The report found that around half or 46% of the shoppers are looking at socially responsible brands, and around two in five of 42% are considering ethical/fair trade business practices. Around 41% are considering sustainability in their purchases.

Meanwhile, it also showed that 33% of the APAC cross-border shoppers start their shopping earlier, by around end-November, than regular shoppers.

Around 70% of the cross-border shoppers in the region have also messaged a business in the year-end, Meta said, noting that they cited convenience and instant response with a live person as the top reasons for messaging.

READ MORE: Consumers now equally rely on in-store, online for shopping

Follow the link for more news on

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

Toys ‘R’ Us Asia mengandalkan ‘Kidult’ untuk mendorong penjualan mainan

Remaja dan orang dewasa berusia 12 tahun ke atas semakin banyak membeli brand mainan ikonik dari era 80-an dan 90-an.

MINISO membuka toko terbesar di dunia di Jakarta

Peritel asal Cina, MINISO, menargetkan ekspansi hingga 1.

PUMA bidik konsumen muda tech-savvy di TikTok

Produsen pakaian olahraga terbesar ketiga di dunia ini memanfaatkan influencer lokal untuk terhubung dengan pasarnya.

Mengapa e-commerce perlu beralih ke prioritas yang customer-centric

Pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik dan digital sangatlah penting.

Bagaimana peritel dapat sukses menjangkau pasar Gen Z yang terus berkembang

Secara global, Gen Z diperkirakan akan memiliki total pengeluaran konsumen sebesar $12 triliun pada 2030.

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Bagaimana L’Oréal memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi ‘beauty life companion’

Menggabungkan data, kreativitas, dan teknologi mutakhir untuk membentuk ulang pengalaman konsumen.

Ayala Malls mengambil langkah berani ke arah redevelopment berteknologi tinggi

Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.