, APAC
145 views
Photo from Pixabay

Nearly three-quarters of APAC retailers struggling from omnichannel squeeze

One of the challenges they face is reducing shrinkage.

The majority of retailers in Asia Pacific claimed that they are experiencing the omnichannel squeeze, with 74% citing challenges in minimising shrink or the reduction of inventory over theft, fraud and other factors.

A Zebra Technologies report found that the figure is lower than the 82% of retailers globally finding difficulty in reducing fraud/shrink.

In 2022, retailers lost $112b due to shrink, higher than the nearly $94b in 2021, according to data from the National Retail Federation.

ALSO READ: Smart apps to drive retail industry in coming years

Meanwhile, around 89% of retailers in the region said forecasting demand is crucial for their organisations.
About 40% of the retailers said that better analytics on shrink could boost profitability.

As such around 55% of retailers in the region are expecting to implement loss prevention analytics and 61% eye demand planning and forecasting by 2026.

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

Toys ‘R’ Us Asia mengandalkan ‘Kidult’ untuk mendorong penjualan mainan

Remaja dan orang dewasa berusia 12 tahun ke atas semakin banyak membeli brand mainan ikonik dari era 80-an dan 90-an.

MINISO membuka toko terbesar di dunia di Jakarta

Peritel asal Cina, MINISO, menargetkan ekspansi hingga 1.

PUMA bidik konsumen muda tech-savvy di TikTok

Produsen pakaian olahraga terbesar ketiga di dunia ini memanfaatkan influencer lokal untuk terhubung dengan pasarnya.

Mengapa e-commerce perlu beralih ke prioritas yang customer-centric

Pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik dan digital sangatlah penting.

Bagaimana peritel dapat sukses menjangkau pasar Gen Z yang terus berkembang

Secara global, Gen Z diperkirakan akan memiliki total pengeluaran konsumen sebesar $12 triliun pada 2030.

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Bagaimana L’Oréal memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi ‘beauty life companion’

Menggabungkan data, kreativitas, dan teknologi mutakhir untuk membentuk ulang pengalaman konsumen.

Ayala Malls mengambil langkah berani ke arah redevelopment berteknologi tinggi

Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.