, APAC
253 views
Source: adidas website

adidas’ Greater China market posts revenue decline

Its revenue from the market dropped by 36% in 2022. 

adidas reported revenue growth across all market segments except in Greater China which fell by 36% in 2022. 

The brand linked this decline to the challenging market environment, company-specific challenges, and significant inventory takebacks. 

Meanwhile, adidas performed strongly in other markets where it registered double-digit growth: Latin America (44%) and North America (+12%). Revenue in EMEA went up by 9%, whilst APAC revenue grew by 4%. 

“2023 will be a transition year to build the base for 2024 and 2025,” Bjørn Gulden, CEO of adidas, said. 

“We need to reduce inventories and lower discounts. We can then start to build a profitable business again in 2024. adidas has all the ingredients to be successful. But we need to put our focus back on our core: product, consumers, retail partners, and athletes.” 

Read more: Yeezy termination drags adidas 2022 outlook

adidas’ currency-neutral revenues declined by 1% overall, largely due to the termination of the Yeezy partnership. 

The brand also saw a net loss from continuing operations of €482m (US$510m).

 

Follow the link for more news on

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Meningkatkan penelusuran dan efisiensi manajemen inventaris dengan barcode 2D GS1

Barcode 2D ini berfungsi sebagai penyimpanan data yang kompak.

The Coffee Bean & Tea Leaf menyeimbangkan kualitas dan kenyamanan melalui produk ritel

Mereka memperluas rangkaian produk termasuk berbagai kopi single-origin yang disesuaikan dengan preferensi pemanggangan yang berbeda.

KCG menguasai brand positioning untuk segmen premium di Indonesia

Mereka mengadopsi solusi berbasis teknologi terbaru untuk sukses mengelola 92 toko ritel di 20 kota di Indonesia.

Ini alasan brand-brand mewah meningkatkan investasi AI

Sektor ini telah menginvestasikan lebih dari $360 juta dalam AI selama tiga tahun terakhir.

Bacha Coffee menguasai retail kaya sensorik di Jakarta

Memadukan warisan dan kemewahan, Bacha Coffee Plaza Senayan menghadirkan pengalaman unik bagi pecinta kopi Indonesia.

Bagaimana WCT Malls meningkatkan penjualan tenant melalui pemasaran terarah

Melalui pemasaran terarah, mal ini meningkatkan penjualan tenant dan tingkat okupansi.