, China

Alibaba’s Intime ties up with 16 brands for recycling initiative

Around 60 recycling stations will accept used clothing for recycling.

Intime, a brick-and-mortar retailer owned by Alibaba Group, has joined forces with 16 brands in China to encourage customers to go green by recycling their clothing, the e-commerce giant announced in a news release.

The company said dedicated recycling boxes at Intime locations will be available for shoppers to give their used clothing a second life, whilst also earning green points on Alipay that can be redeemed through the app’s tree-planting initiative.

Intime also offers coupons to reward customers who support a low-carbon lifestyle.

Some of the donations will be delivered to less developed areas in China. Meanwhile, the remainder will be turned into new items.

Around 60 recycling stations have been set up around the country, mainly in Zhejiang province, and these locations have taken in goods from over 500 people, Alibaba said.

Follow the link for more news on

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

Toys ‘R’ Us Asia mengandalkan ‘Kidult’ untuk mendorong penjualan mainan

Remaja dan orang dewasa berusia 12 tahun ke atas semakin banyak membeli brand mainan ikonik dari era 80-an dan 90-an.

MINISO membuka toko terbesar di dunia di Jakarta

Peritel asal Cina, MINISO, menargetkan ekspansi hingga 1.

PUMA bidik konsumen muda tech-savvy di TikTok

Produsen pakaian olahraga terbesar ketiga di dunia ini memanfaatkan influencer lokal untuk terhubung dengan pasarnya.

Mengapa e-commerce perlu beralih ke prioritas yang customer-centric

Pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik dan digital sangatlah penting.

Bagaimana peritel dapat sukses menjangkau pasar Gen Z yang terus berkembang

Secara global, Gen Z diperkirakan akan memiliki total pengeluaran konsumen sebesar $12 triliun pada 2030.

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Bagaimana L’Oréal memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi ‘beauty life companion’

Menggabungkan data, kreativitas, dan teknologi mutakhir untuk membentuk ulang pengalaman konsumen.

Ayala Malls mengambil langkah berani ke arah redevelopment berteknologi tinggi

Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.