, China

Huawei sells Honor business to consortium of agents, dealers

Its consumer business took hit from an unavailability of needed technical elements.

Huawei Investment & Holding is selling all of its smartphone brand Honor to Shenzhen Zhixin New Information Technology, a consortium of over 30 agents and dealers, the company announced.

The company said that its consumer business has been "under tremendous pressure" due to a persistent unavailability of technical elements needed for its mobile phone business.

This move was made by Honor's industry chain with hopes to ensure the brand's survival. "This sale will help Honor's channel sellers and suppliers make it through this difficult time," the company added.

Once the sale is complete, Huawei will no longer hold any shares or be involved in any business management or decision-making activities in the new Honor company.

Since its creation in 2013, the Honor brand has focused on the youth market by offering phones in the low- to mid-end price range. The brand has since been shipping over 70 million units annually.
 

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

Toys ‘R’ Us Asia mengandalkan ‘Kidult’ untuk mendorong penjualan mainan

Remaja dan orang dewasa berusia 12 tahun ke atas semakin banyak membeli brand mainan ikonik dari era 80-an dan 90-an.

MINISO membuka toko terbesar di dunia di Jakarta

Peritel asal Cina, MINISO, menargetkan ekspansi hingga 1.

PUMA bidik konsumen muda tech-savvy di TikTok

Produsen pakaian olahraga terbesar ketiga di dunia ini memanfaatkan influencer lokal untuk terhubung dengan pasarnya.

Mengapa e-commerce perlu beralih ke prioritas yang customer-centric

Pengalaman shopper yang terintegrasi di platform fisik dan digital sangatlah penting.

Bagaimana peritel dapat sukses menjangkau pasar Gen Z yang terus berkembang

Secara global, Gen Z diperkirakan akan memiliki total pengeluaran konsumen sebesar $12 triliun pada 2030.

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Bagaimana L’Oréal memanfaatkan teknologi digital untuk menjadi ‘beauty life companion’

Menggabungkan data, kreativitas, dan teknologi mutakhir untuk membentuk ulang pengalaman konsumen.

Ayala Malls mengambil langkah berani ke arah redevelopment berteknologi tinggi

Inti dari transformasi ini adalah experiental store yang menggabungkan belanja dengan inovasi teknologi terbaru.