, UK

New CEO Dave Lewis

Dave Lewis is a veteran of consumer goods giant Unilever, with a reputation for being hard-nosed and tough. He was given a nickname “drastic Dave” after he slashed 300 jobs at Unilever in 2007.

The head of Unilever’s global personal care business – which includes toiletry brands like Vaseline and Radox – is known for being the man behind the successful launch of Dove in the UK, but he also gained a reputation as a turnaround expert after being promoted in 2011 to take charge of the £15.8 billion (US$26.9 billion) Unilever division.

Analysts are predicting that Lewis will take tough action on Tesco’s heavy cost base to enable the supermarket to compete more effectively.

“Lewis knows nothing about retailing, but maybe that doesn’t matter, because as a leading supplier he certainly knows how to win price wars and perhaps that is the big issue now facing Tesco in the UK,” said veteran retail analyst Nick Bubb.

Swarovski menguasai TikTok untuk perluas skala luxury di kalangan Gen Z

Produsen Kristal asal Austria ini bekerja sama dengan influencer untuk menjangkau pasar Singapura.

Dear Me Beauty berencana membuka flagship store

Store ini dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan pasar yang lebih luas.

Kawan Lama Indonesia mengaburkan batas antara belanja online dan offline

Pengunjung  platform e-commerce grup, Ruparupa.

Mal-mal di Filipina menarik pengunjung dengan pengalaman liburan yang lengkap

Pengunjung diperkirakan akan datang setelah jam kantor hingga larut malam.

Urban Revivo membuka cabang terbesar di Bangkok

Peritel fast fashion asal Cina ini membuka toko seluas 3.

Samsonite memanfaatkan data untuk tingkatkan penjualan

Produsen koper asal AS ini meningkatkan saluran daring untuk mendorong pendapatan di Asia Tenggara.

Belanja hyper-personalisasi jadi tren utama di Asia Tenggara

Data dan analitik memungkinkan brand mengoptimalkan pengalaman shopper baik secara daring maupun di toko fisik.

SSI Group meningkatkan investasi dalam ritel terpadu

Perusahaan yang menaungi brand-brand seperti Hermes dan Cartier ini sedang menyempurnakan omnichannelnya.

Peritel Asia-Pasifik manfaatkan subscriber untuk dorong pertumbuhan

Subscription menjadi sumber pendapatan yang stabil selama masa penurunan ekonomi.