Huawei andalkan uji kamera langsung di toko
Perbandingan langsung menggantikan spesifikasi teknis dalam strategi penjualan.
Huawei Technologies Co. Ltd. mengandalkan demonstrasi kamera secara langsung, alih-alih spesifikasi teknis, untuk meyakinkan konsumen di Asia-Pasifik bahwa smartphone flagship mereka mampu menghasilkan warna yang lebih akurat.
Perusahaan ini meluncurkan HUAWEI Pura 90s Series, HUAWEI FreeClip 2S, dan HUAWEI MatePad Air di Kuala Lumpur pada 14 Juli, dan kini mulai menghadirkan demonstrasi tersebut di toko-toko experience dan flagship-nya di seluruh kawasan.
Pelanggan diajak memotret pemandangan yang sama menggunakan ponsel mereka sendiri dan perangkat Huawei, lalu membandingkan hasilnya secara langsung.
"Saya hampir bisa menjamin 100% bahwa Anda akan melihat ada perbedaan warna antara ponsel Anda saat ini dengan apa yang Anda lihat dengan mata telanjang, sementara Pura mampu merepresentasikan atau benar-benar menangkap dan menghasilkan warna sesuai dengan apa yang Anda lihat secara langsung," kata Andreas Zimmer, Product Head Huawei Consumer Business Group, dalam wawancara dengan Retail Asia.
Zimmer mengatakan Huawei memilih format ini karena akurasi warna pada kamera sulit dijelaskan hanya lewat spesifikasi teknis. Perbandingan berdampingan (side-by-side) memungkinkan pelanggan menilai sendiri hasilnya, bukan hanya mengandalkan klaim pemasaran.
Demonstrasi ini juga mencerminkan bagaimana Huawei mengembangkan produknya untuk kawasan Asia-Pasifik.
"Kami tidak memiliki produk khusus untuk Asia atau untuk kawasan Asia-Pasifik saja, tetapi kami memastikan bisa mengenali kebutuhan di masing-masing pasar, lalu menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi fitur produk," kata Zimmer.
Ia mencontohkan fotografi makanan, yang menurutnya lebih populer di pasar-pasar Asia dibandingkan Eropa. Kamera Huawei menggunakan pengenalan adegan (scene recognition) berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk secara otomatis menyesuaikan pengaturan berdasarkan objek yang difoto, sehingga membantu menghasilkan warna yang lebih natural.
Zimmer mengatakan akurasi warna menjadi fokus utama demonstrasi di dalam toko karena ini merupakan salah satu fitur kamera yang paling sulit dijelaskan tanpa membiarkan konsumen mengalaminya secara langsung.
Momentum produk Huawei yang terus berlanjut ini didukung oleh strategi riset dan pengembangan (R&D) jangka panjang perusahaan.
Perusahaan ini menginvestasikan US$28,4 miliar (CNY192,3 miliar) untuk R&D pada 2025, setara dengan 21,8% dari total pendapatannya — rasio tertinggi yang pernah dicatat. Selama dekade terakhir, total investasi R&D kumulatif telah melampaui US$204,1 miliar (CNY1,382 triliun). Hingga akhir 2025, sekitar 114.000 karyawan, atau 53,7% dari total tenaga kerja Huawei, terlibat dalam kegiatan R&D.