Domino's Singapura sasar pesanan dadakan lewat penyegaran merek
Jaringan pizza ini meluncurkan varian Thick Crunch untuk mendorong pesanan di luar momen pesta.
Domino's Pizza Singapore Pte. Ltd. mengalihkan fokus pemasarannya ke pembelian impulsif, dengan keyakinan bahwa pelanggan akan lebih sering memesan ketika sedang menuruti keinginan mendadak (craving), dibandingkan hanya memesan untuk momen-momen yang direncanakan.
Domino's Pizza Singapore meluncurkan kampanye "Unbox Your Cravings" sekaligus varian Thick Crunch Pizza pada 2 Juni, untuk mendorong pesanan yang lebih sering.
“Dari pengamatan kami terhadap perilaku konsumen, pemesanan Domino's selama ini cenderung terkait dengan momen atau acara bersama,” kata Nicholas Pang, Country Manager Domino's Singapura, kepada QSR Media Asia.
“Kami melihat ada peluang untuk mengubah itu — mendorong konsumen bertindak berdasarkan keinginan mereka kapan pun itu muncul, bukan hanya saat ada alasan untuk merayakan sesuatu,” tambahnya.
Kampanye ini turut menghadirkan identitas merek yang disegarkan, yang akan diterapkan di seluruh gerai, kemasan, seragam kurir, dan atribut karyawan.
Pang mengatakan strategi ini bukan soal mengubah produk inti perusahaan, melainkan lebih pada upaya membuat pelanggan lebih sering teringat akan merek Domino's.
Kanal digital diperkirakan akan memainkan peran penting dalam perubahan ini, dengan Domino's memanfaatkan situs web, aplikasi, dan media sosial untuk mempermudah proses pemesanan.
“Dalam praktiknya, ini berarti menjaga kehadiran yang kuat dan konsisten (always-on) di kanal sosial dan digital, serta mengoptimalkan aplikasi maupun situs web kami,” kata Pang dalam jawaban tertulis melalui email.
Perusahaan ini juga tengah menguji inovasi menu lewat varian Thick Crunch Pizza, yang mencerminkan keterbukaan konsumen Singapura terhadap pilihan makanan baru.
“Kami tahu konsumen di Singapura memang cukup terbuka terhadap hal-hal baru,” ujarnya.
Domino's menyebutkan pihaknya akan memantau respons pelanggan terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah varian Thick Crunch akan menjadi menu tetap.
“Bagi kami, keberhasilan sebenarnya diukur dari bagaimana perasaan orang terhadap Domino's setelah ini — melihat konsumen menerima identitas baru kami dan secara lebih spontan memilih merek kami begitu keinginan makan pizza itu muncul,” kata Pang.
Perusahaan menyebutkan fokus utamanya saat ini adalah memperkenalkan produk baru dan mengumpulkan masukan pelanggan, sebelum mempertimbangkan perubahan lebih lanjut.